Ilustrasi Gopay. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah
Ilustrasi Gopay. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah

Mendorong UMKM Dongkrak Usaha Lewat Pembayaran Nontunai

Ekonomi umkm go-pay
Nia Deviyana • 30 Agustus 2019 07:07
Samosir: Sejak beroperasi di Kabupaten Toba Samosir pada Mei 2019, Gojek berkomitmen mempermudah aktivitas dan membantu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui teknologi. Untuk memperluas dampak sosial, Gojek dan Go-Pay berkolaborasi dengan Pemkab Toba Samosir (Tobasa) dengan mengajak pengusaha UMKM lokal untuk memanfaatkan kemudahan teknologi pembayaran nontunai melalui Go-Pay.
 
Bupati Tobasa Darwin Sipagian menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan ekosistem Gojek yang diharapkan dapat mengakselerasi terwujudnya visi Toba Samosir Hebat 2021.
 
"Untuk membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera, pemerintah tidak bisa sendiri, perlu kontribusi aktif masyarakat dan juga pelaku industri yang kami percaya bisa memacu pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing yang sehat masyarakat," ujar Darwin melalui keterangan resminya, Jumat, 30 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nantinya, Pemkab Tobasa dan Go-Pay akan menghadirkan beragam kemudahan transaksi nontunai yang dapat dimanfaatkan masyarakat di berbagai bidang layanan publik, diantaranya pajak dan retribusi daerah, layanan kesehatan, transportasi publik, serta kemudahan saat mengunjungi destinasi wisata di area Tobasa.
 
Melalui kerja sama antara Pemkab Tobasa, Gojek, dan Go-Pay, pelaku UMKM kini bisa mencatat riwayat transaksi usahanya dengan lebih mudah, aman, dan transparan, serta tidak bingung menyiapkan uang kembalian untuk pelanggan.
 
"Kami percaya, kolaborasi mampu menghadirkan solusi atas beragam permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam menjalankan bisnis sehari-hari," ujar Head of Corporate Affairs Gojek Sumatera Teuku Parvinanda, pada kesempatan yang sama.
 
Selain mempermudah masyarakat melalui transaksi non tunai, Senior Manager City Services GoPay Aldy Harjoto menjelaskan Gojek akan fokus mengembangkan UMKM lokal. Sebagai layanan uang elektronik terdepan bagian dari ekosistem Gojek, Go-Pay juga selalu fokus untuk mendorong perekonomian Indonesia dari bawah.
 
"Melalui teknologi yang dihadirkan ekosistem Gojek melalui Go-Pay, kini UMKM yang awalnya memulai bisnisnya dari usaha kecil dan rumahan mampu mengelola bisnisnya dengan lebih sistematis dengan pengaturan arus kas yang lebih transparan. Catatan keuangan yang baik ini nantinya bisa mereka menjadi rekomendasi saat nantinya mereka membutuhkan pinjaman untuk memperluas usahanya. Di samping itu, Bank Indonesia juga memperkirakan bahwa pendapatan daerah juga bisa meningkat dengan pemanfaatan teknologi cashless," jelas Aldy.
 
Selain di Sumatera Utara, Go-Pay dan Gojek juga sudah menjalin kerja sama dengan institusi di berbagai bidang di wilayah operasional Gojek. Go-Pay kini juga telah dimanfaatkan di lingkungan 50 SMK di Jakarta Utara, pembayaran tiket BRT Trans Semarang, pembayaran PBB di Semarang, pembayaran layanan kesehatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda, pembayaran perpanjangan SIM di 10 kota, pembayaran tiket masuk sejumlah tempat wisata: museum Tsunami Aceh, hingga berdonasi di 300 masjid dan yayasan di Indonesia.
 
Hingga saat ini tercatat lebih dari 400 ribu rekan usaha yang menerima pembayaran melalui Go-Pay, yang 90 persen di antaranya adalah UMKM.
 
"Kami berharap agar kehadiran ekosistem pembayaran nontunai bisa semakin memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari belanja, bepergian, membayar pajak, berobat, hingga bersedekah. Sehingga, lebih banyak lagi usaha rumahan di Tobasa yang bisa tumbuh dan menggerakkan perekonomian daerah," tutup Teuku.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif