Kepala BPS Suhariyanto memaparkan kelompok bahan makanan pada Juni 2019 mengalami inflasi sebesar 1,63 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 152,04 pada Mei 2019 menjadi 154,52 pada Juni 2019. Dari 11 subkelompok pada kelompok ini, delapan subkelompok mengalami inflasi dan tiga subkelompok mengalami deflasi.
"Kenaikan harga cabai merah menyinbang inflasi 0,20 persen dan juga ikan segar karena cuaca kurang mendukung di beberapa daerah sebesar 0,05 persen," kata Suhariyanto dalam pemaparannya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juli 219.
Subkelompok sayur-sayuran tercatat mengalami iflasi tertinggi sebesar 5,93 persen. Komoditas yang turut menyumbang tingkat Inflasi juga terjadi pada tomat sayur sebesar 0,04 persen; bayam sebesar 0,02 persen; daging sapi, ikan diawetkan, jengkol, kacang panjang, kangkung, kentang, cabai hijau, petai, wortel, apel, jeruk, pir, cabai rawit, dan kelapa masing-masing sebesar 0,01 persen.
Meski demikian, sejumlah komoditas pada kelompok ini juga turut menyumbang deflasi. Menurut Suhariyanto, hal tersebut dipengaruhi kebijkan pemerintah yang mengupayakan pengendalian harga dengan melakukan impor.
Subkelompok yang mengalami deflasi yakni padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya sebesar 0,01 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,39 persen; dan subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya sebesar 0,55 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu: bawang putih sebesar 0,06 persen; daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen.
"Juni 2019 daging ayam ras dan telur ayam ras sumbang deflasi 0,02 persen, hal ini dipengaruhi Ramadan karena permintaan tinggi, setelah Lebaran permintaan akan turun" paparnya.
Kelompok ini pada Juni 2019 mengalami inflasi sebesar 0,59 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 146,41 pada Mei 2019 menjadi 147,27 pada Juni 2019. Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok makanan jadi sebesar 0,64 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,58 persen; dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,48 persen.
Lebih lanjut, pemantauan kenaiknan harga juga terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Kelompok ini pada Juni 2019 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: nasi dengan lauk sebesar 0,02 persen; mie dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News