Sarang burung walet. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana
Sarang burung walet. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana

Sarang Burung Walet RI Makin Digemari di Tiongkok

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-tiongkok Sarang Burung Walet
Ilham wibowo • 14 November 2019 10:42
Jakarta: Manfaat khasiat produk sarang burung walet Indonesia makin dirasakan masyarakat di Tiongkok. Hal itu tentu berpotensi terhadap meningkatnya permintaan sarang burung walet dari Tanah Air. Selain kinerja ekspor, angka investasi juga dipastikan bakal terus meningkat.
 
Hal tersebut menjadi laporan usai partisipasi Indonesia pada The 2nd China International Import Expo (CIIE) 2019 yang digelar di Shanghai, Tiongkok pada 5-10 November 2019 dengan membukukan nilai transaksi sebesar USD4,1 miliar. Capaian transaksi ini berasal dari kegiatan MoU untuk produk sarang burung walet, biji plastik daur ulang, oleo chemical, serta batu bara.
 
"Perolehan tersebut menunjukkan peluang pasar Tiongkok masih terbuka lebar. Selain itu, nilai tersebut masih ada kemungkinan untuk bertambah," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward, melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dody mengapresiasi peluncuran produk turunan sarang burung walet Yan Ty Ty Dari PT Anugerah Citra Walet Indonesia. Produk tersebut dinilai menjadi gambaran kualitas produk Indonesia yang bisa bersaing.
 
"Indonesia merupakan pemasok pasar dunia untuk produk sarang burung walet, di mana sekitar 80 persennya di ekspor ke Tiongkok. Diharapkan produk turunan sarang burung walet dari Yan Ty Ty dapat menjadi gambaran produk sarang burung walet asal Indonesia yang berkualitas dan higienis," kata Dody.
 
Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia selama delapan tahun terakhir. Pada 2018, total perdagangan kedua negara mencapai USD72,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar USD27,1 miliar.
 
Produk ekspor utama Indonesia ke Tiongkok adalah gas bumi, batu bara, minyak kelapa sawit, dan bubur kayu. Sementara produk impor Indonesia dari Tiongkok adalah adalah produk elektronik, bawang putih, mesin, besi, dan baja.
 
Dalam kesempatan itu Dody juga menghadiri pertemuan China Coal Import Summit (CCIS) 2019 di Shanghai, Tiongkok. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CIIE 2019 yang dimanfaatkan dalam menyampaikan peluang ekspor batu bara Indonesia ke pasar Tiongkok.
 
"Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok berpeluang untuk terus ditingkatkan, mengingat masih banyak potensi sumber daya yang masih dapat dikelola," ujarnya.
 
Dody menjelaskan Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan terus menjadi pemain penting dalam industri pertambangan global dengan produk utama batu bara, tembaga, emas, timah, bauksit, dan nikel. Indonesia menjadi salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia.
 
Adapun Tiongkok merupakan tujuan utama ekspor batu bara Indonesia. Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok terus meningkat selama dua tahun terakhir dan memiliki potensi untuk tumbuh. Pada 2018, ekspor batu bara ke Tiongkok mencapai USD6 miliar dengan pangsa hampir 25 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif