Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Tiket Lion Air Turun 50%

Ekonomi lion air Tarif Tiket Pesawat
Desi Angriani • 24 Juli 2019 11:32
Jakarta: Tarif maskapai Lion Air untuk 146 penerbangan pada Rabu 24 Juli 2019 mengalami penurunan sebesar 50 persen dari tarif batas atas (TBA). Penurunan harga tiket tersebut hanya untuk 8.278 kursi atau 30 persen dari total seat penerbangan Lion. Adapun TBA di setiap daerah berbeda.
 
Berdasarkan pemantauan Medcom.id di aplikasi penyedia jasa penjualan tiket transportasi Rabu, 24 Juli 2019, tarif Lion Air ke sejumlah rute populer domestik sudah turun khusus untuk keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu rentang pukul 10.00-14.00 WIB.
 
Misalnya, rute Jakarta-Denpasar dipatok Rp738 ribu pada keberangkatan pukul 11.25 WIB dan pukul 13.30 WIB atau turun dari harga Rp1 juta pada jam normal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, rute Jakarta-Padang berada di harga Rp759 ribu untuk keberangkatan pukul 13.10 WIB dan pukul 11.55 WIB atau turun dari Rp1,1 juta. Untuk rute Jakarta-Surabaya, harga tiket Lion Air turun dari Rp840 ribu menjadi Rp616 ribu untuk keberangkatan pukul 11.20 WIB.
 
Rute Jakarta-Medan pun turun dari Rp1,1 juta menjadi Rp911 ribu pada keberangkatan pukul 11.50 WIB dan 12.50 WIB. Begitu pula, rute Jakarta-Makassar tercatat turun dari Rp1,3 juta menjadi Rp925 ribu keberangkatan pukul 11.20 WIB dan pukul 13.10 WIB.
 
Berikutnya rute Kupang-Surabaya turun dari Rp1,1 juta menjadi Rp800 ribu keberangkatan pukul 11.05 WIB. Balikpapan-Manado turun dari Rp1,6 juta menjadi Rp784 ribu keberangkatan pukul 13.35 WIB serta Pekanbaru-Medan turun menjadi Rp718 ribu dari Rp930 ribu.
 
Pendiri sekaligus pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana sebelumnya mengatakan maskapainya menerapkan sistem reservasi tiket yang serupa dengan Citilink. Alokasi kursi 30 persen untuk penerbangan murah itu menggunakan pola first come, first served.
 
"Iya sama karena kan itu akses setiap orang," imbuh Rusdi ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin, 22 Juli 2019.
 
Ia mengaku menemui kendala dalam menerapkan sistem tiket murah tersebut sehingga membutuhkan waktu lebih dari sepekan sejak kebijakan itu diberlakukan.
 
"Memang kita mintanya Rabu ini kan sistemnya perlu disesuaikan," tegas dia.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan sistem reservasi tiket murah saat ini belum memungkinkan pemerintah maupun publik dalam mengakses ketersediaan kursi. Sebab, pola yang digunakan first come, first served atau hanya penumpang tercepat yang mendapatkan potongan harga.
 
"Kan kita enggak tahu sebagai penumpang dan bahkan pemerintah enggak bisa akses detilnya," ujar Susiwijono.
 
Menurutnya, pola tersebut harus dibuat lebih transparan. Minimal memberikan akses kepada pemerintah untuk mengetahui kebijakan penerbangan murah telah diterapkan oleh kedua maskapai itu.
 
"Bisa saja di sistemnya tadi ke publik belum mengakomodasi tapi ke stakeholder diberikan akses," imbuh dia.
 
Namun, Susiwijono yakin kebijakan tersebut telah mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk penerbangan murah dalam jangka pendek. Ke depan, pemerintah sedang menyiapkan penurunan harga tiket dalam jangka panjang tanpa batasan waktu dan jam tertentu.
 
"Sekarang kami menyiapkan jangka menengah panjang, walau sudah beberapa insiatif, kalau dari segi harga enggak bisa kembali seperti dulu," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif