Ilustrasi. Foto: Dok MI.
Ilustrasi. Foto: Dok MI.

Bank Permata Kesulitan Salurkan Kredit Kendaraan Bermotor

Ekonomi bank permata Kredit Kendaraan
Desi Angriani • 21 September 2019 08:56
Jakarta: PT Bank Permata Tbk (BNLI) kesulitan menyalurkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan uang muka atau Down Payment (DP) sebesar lima hingga 10 persen. Hal ini dikarekan KKB bergantung pada penjualan kendaraan roda empat atau mobil.
 
"Kalau KKB kan saya bilang lebih agak sulit karena kalau KKB itu tergantung dari penjualan mobil," ujar Direktur Utama Bank Permata Ridha Wirakusumah, di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 20 September 2019.
 
Jika penjualan mobil terus menurun, Bank Permata tentu kian kesulitan menyalurkan kredit meski menggunakan skema DP baru. Berbeda kondisinya dengan pelonggaran Loan to Value (LTV) untuk kredit properti, karena Bank Permata masih mencatat kinerja positif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Ridha menyambut baik lantaran permintaan KPR masih sangat tinggi. "Kalau mobil turun terus penjualannya kami tidak bisa kasih. Kalau perumahan itu agak lain karena perumahan itu atau permintaan KPR untuk rumah masih besar sekali," ungkap dia.
 
Ia mengklaim penyaluran KPR Bank Permata merupakan salah satu yang tercepat dengan pertumbuhan cukup tinggi. Terlepas dari itu, Ridha meyakini, kebijakan pemangkasan uang muka kendaraan bermotor akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
 
"Kami malah sudah menjadi salah satu bank yang cukup kencang dari sisi pertumbuhan KPR. Persentasenya tinggi, we are one of the fastest walaupun kami bukan bank papan atas," tukas dia.
 
Bank Indonesia (BI) sebelumnya memutuskan untuk menurunkan ketentuan uang muka melalui pelonggaran kebijakan LTV baik untuk pembiayaan properti maupun kendaraan bermotor.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penurunan uang muka tersebut masing-masing sebesar lima persen untuk pembiayaan perumahan dan lima hingga 10 persen untuk kendaraan bermotor.
 
"Bank Indonesia melakukan pelonggaran rasio Loan to Value atau Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti sebesar lima persen, dan uang muka untuk kendaraan bermotor pada kisaran lima persen hingga 10 persen," jelas Perry di Jakarta, Kamis 19 September 2019.
 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif