Dua nama besar jalan di Jakarta itu pun banyak dihiasi oleh gedung pencakar langit yang bermahkotakan perisai kaca. Sehingga tak heran jika harga tanah di Sudirman dan Thamrin selalu melambung tinggi, bahkan tidak pernah mengalami penurunan. Bahkan, harga tanah yang paling tinggi bisa mencapai Rp100 juta per meter.
"Thamrin dan Sudirman tinggi. Itu zona nilai tanahnya bisa mencapai Rp80 juta-Rp100 juta per meter. Itu paling tinggi di Jakarta Pusat. Harga tanah yang tinggi itu pas depan jalan raya Sudirman dan Thamrin, sebelah kanan dan kirilah," beber Kepala Kantor Kementerian Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat Humaidi kepada Metrotvnews.com, seperti diberitakan Sabtu (9/1/2016).
Selain di Sudirman dan Thamrin, Humaidi mengakui, daerah Menteng yang banyak dihuni oleh pejabat, pengusaha, dan tokoh papan atas lainnya pun mempunyai harga yang cukup tinggi. Tingkat harga tanah di Menteng tidak kalah dengan Sudirman dan Thamrin.
Begitu majunya Jakarta Pusat, menurut dia, hal itu membuat harga tanah sangatlah tidak rasional. Sebab, banyak pengembang properti yang berani membeli dengan harga mahal untuk membuat residence, apartemen, hotel, dan lainnya. Alhasil, harga tanah sangatlah bersaing, dan sangat tidak mudah dibeli oleh orang yang tidak memiliki harta yang berlimpah.
"Harga tanah mudah naik, mereka (pengembang) menawarkan harga tanah yang tinggi di satu kawasan, maka kawasan yang didekatnya akan naik juga. Pokoknya Sudirman dan Thamrin itu tinggi, Menteng juga tinggi. Jakarta Pusat paling tinggilah," cetus dia.
Dia mengungkapkan, harga tanah paling rendah di Jakarta Pusat, bisa mencapai di atas Rp10 juta. Sehingga sangat tidak mungkin, harga tanah di pusat Jakarta berada di bawah Rp10 juta.
"Itu yang saya tahu harga tanah di pusat Jakarta. Paling rendah ajah tidak ada yang di bawah Rp10 juta. Paling murah itu di atas Rp10 juta. Jadi sangat tidak realistis, bila dibanding bertahun-tahun yang lalu," pungkas Humaidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News