Areal tambang di Papua--MI/Agus Mulyawan
Areal tambang di Papua--MI/Agus Mulyawan

Pemerintah Turunkan Bea Keluar Mineral Jadi 7,5%

Ekonomi bea keluar minerba
Patricia Vicka • 04 Agustus 2014 18:23
medcom.id, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menetapkan besaran bea keluar (BK) baru untuk ekspor barang mineral. Besaran BK baru yang akan dikenakan pada barang mineral yang telah diolah adalah sebesar 7,5%.
 
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, besaran BK ini berlaku bagi perusahaan yang sudah membayarkan uang jaminan (investasi) pembangunan smelter ke pemerintah.
 
"Mereka yang sudah bayar uang jaminan 5 % akan kami kenakan BK sebesar 7,5%," ujar Chatib di Jakarta, Senin (4/8/2014).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya besaran BK akan menurun lagi sejalan dengan perkembangan pembangunan smelter perusahaan tambang yang bersangkutan. "Kalau progress pembangunan sudah 30%, BK kami turunkan jadi 5%. Kalau di atas 30% bisa jadi 0 % BK-nya," tutur lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
 
Chatib menilai, pemerintah berani mengenakan BK 0% karena optimis perusahaan tambang akan menyelesaikan pembangunan smelter hingga tuntas.
 
"Total nilai investasi pembangunan smelter kan Rp23 triliun-Rp25 triliun. Sebesar 30% nya, berarti sekitar Rp8 triliun. Jadi kalau sudah keluarkan investasi Rp8 triliun tidak mungkin mereka tidak melanjutkan pembangunan hingga tuntas," ujar pria kelahiran 22 Agustus 1965 ini.
 
Sebelumnya, pemerintah mematok nilai BK sebesar 20-25% bagi perusahaan yang akan mengekspor mineral olahan ke luar negeri. Penentuan BK dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.6 Tahun 2014.
 

(WID)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif