Gelaran IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Medcom/Annisa Ayu.
Gelaran IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Medcom/Annisa Ayu.

Pagelaran IMF-World Bank di Bali Hasilkan Devisa Rp396 Miliar

Ekonomi IMF-World Bank
Nia Deviyana • 18 Desember 2018 20:54
Jakarta: Gelaran IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada 8-14 Oktober 2018 telah menambah pemasukan devisa negara sebanyak Rp396 miliar. Berdasarkan survei yang dilakukan Bappenas dan LPEM FEB UI, sebanyak 76 persen peserta mancanegara memiliki keinginan untuk berkunjung kembali ke Indonesia.
 
"IMF-World Bank ini berhasil menciptakan wisatawan baru, yang tadinya tidak pernah berkunjung ke Indonesia, jadi kepengin berkunjung lagi setelah datang ke Bali sebagai delegasi," ujar Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Dalam promosi wisata, sebesar 95 persen dari delegasi mancanegara mengaku akan merekomendasikan Indonesia sebagai tujuan wisata kepada teman, keluarga, dan kolega di negata asalnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberhasilan dalam menyelenggarakan acara memberikan kesan baik kepada peserta, ini bisa meningkatkan potensi wisata kita," tambahnya.
 
Bambang melanjutkan, selama pertemuan IMF-WB 2018, Indonesia berhasil membuat kesepakatan investasi dengan berbagai investor dari luar negeri.
 
Disebutkan sebanyak 14 BUMN berhasil menandatangani perjanjian kerjasama investasi dengan total nilai kesepakatan mencapai Rp202 triliun. PINA Center Bappenas juga berhasil memfasilitasi kerja sama investasi dengan total nilai Rp47 triliun selama pertemuan itu berlangsung.
 
Menurut data kolektif yang diperoleh Bappenas, dampak ekonomi langsung Pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank periode 2018 sejak persiapan hingga pelaksanaan sebesar Rp5,5 triliun. Angka tersebut berasal dari investasi konstruksi sebesar Rp3,05 triliun dan pengeluaran peserta, baik mancanegara maupun domestik senilai Rp582 miliar.
 
Pertemuan tahunan IMF-World Bank juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,01 persen. Pertemuan tahunan ini juga menciptakan lapangan kerja bagi 22 ribu lebih orang di Bali, serta meningkatkan mata uang rupiah riil sebesar 0,70 persen.
 
Sedangkan pada provinsi Bali secara khusus, pelaksanaan IMF-World Bank memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,41 persen dari pertumbuhan baseline.
 
"Dari hasil studi kasus, pertemuan IMF-World Bank juga berpengaruh pada toko oleh-oleh Krisna, yang mengalami peningkatan keuntungan dan kunjungan dibandingkan bulan sebelumnya," pungkasnya.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif