Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi : Setkab).
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi : Setkab).

Menko Darmin Yakin KEK Tanjung Lesung Sudah Diasuransikan

Ekonomi kawasan ekonomi khusus Tsunami di Selat Sunda
Eko Nordiansyah • 26 Desember 2018 19:33
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung diasuransikan. Sehingga dampak ekonomi akibat tsunami Selat Sunda yang menimpa KEK Tanjung Lesung bisa diantisipasi.
 
"Saat (terjadi bencana) seperti itu ada asuransinya, pasti ada penggantian asuransi. Aneh kalau tidak ada, usaha itu pasti ada lah, apalagi KEK," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Menurut dia, usaha sebesar KEK pasti memiliki asuransi sendiri. Sementara itu, banyak usaha kecil seperti toko maupun warung milik warga yang juga menjadi korban tsunami, namun tidak memiliki asuransi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, belum bisa menghitung pasti berapa kerugian akibat tsunami di KEK Tanjung Lesung. Darmin akan meminta pihak terkait untuk mengetahui lebih lanjut dampak tsunami beberapa waktu lalu.
 
"Kita ada mekanismenya untuk mengecek itu, kan kita ada sekretariat KEK. Mereka pasti cek, saya baru masuk sekarang, nanti saya cek kalau mau tahu lebih banyak," pungkas dia.
 
Sebelumnya proses pemulihan bangunan dan hotel di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, diakui butuh waktu selama enam bulan. Sebanyak 30 persen bangunan di KEK rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda.
 
"Kalau mungkin semua sampai rapi dibangun ulang perlu enam bulan. Tapi kita terus bangun pelan-pelan," ujar Founder PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono dalam konferensi pers di Menara Batavia, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Selatan, Senin, 24 Desember 2018 lalu.
 
Kerugian di KEK Tanjung Lesung sendiri diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Akibat tsunami yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, sebanyak 30 persen hotel dan bangunan milik PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) rusak, sementara 70 persen sisanya masih bisa dioperasikan.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif