Strategi Pengusaha Fesyen Hadapi Serbuan Produk Online

Ilham wibowo 19 November 2018 18:14 WIB
fesyen
Strategi Pengusaha Fesyen Hadapi Serbuan Produk <i>Online</i>
Illustrasi. Dok : MI.
Jakarta: Perusahaan yang bergelut di bidang ritel fesyen diyakini tetap tumbuh menghadapi serbuan produk yang dipasarkan secara online. Beberapa strategi disiapkan untuk terus memperluas toko sekaligus meningkatkan penjualan.

Direktur Utama PT Mega Perintis FX Afat Adinata Nursalim mengatakan penjualan produk secara online melalui market place menjadi peluang tersendiri untuk pemain ritel. Menghadirkan merek dagang milik perusahaan diyakini menjadi kekuatan tersendiri untuk membuka peluang bisnis.

"Pemain ritel yang tidak bisa menghadapi online itu memang mereka tidak memiliki merek sendiri. Berbeda dengan kami yang memiliki merek sendiri, konsumen mau belanja offline atau online buat kami sama," ujar Afat ditemui di Thamrin Nine, Senin, 19 November 2018.

Melalui gerai Manzone, perusahaan ritel fesyen yang memulai bisnis sejak 1999 ini tetap fokus mengembangkan bisnis sebagai penyedia pakaian dan aksesoris pria. Jaringan distribusi pun kini telah merambah seluruh store di kota besar dengan 573 toko dengan penjualan merek lokal MOC dan Men’s Top.

Menurut Afat, hingga saat ini pendapatan bisnis masih didominasi melalui transaksi langsung di toko. Meski demikian, penjualan online pun tetap dilakukan untuk bisa terus membangun brand lokal yang memiliki daya tarik tersendiri.  

"Bagaimana kemudian membuat toko kami jangan hanya ada toko offline, jadi konsumen juga bisa menemukan kami di online. Kalau sudah cocok mereka yang di rumah pun bisa belanja online, tujuannya seperti itu," paparnya.

Tak hanya itu, Afat menyakini konsumen fesyen online hanya memiliki dua karakteristik yakni peminat produk berbiaya murah dan produk bermerk asli. Karenanya, persaingan pun tetap bakal seimbang saat dihadapkan dengan banjirnya produk impor.

"Karena hanya ada dua kelompok yang belanja di online saya akan pilih bertahap secara branded. Saya ingin brand saya dikenal dan pada saat besar di online bukan lagi persiangan price war. Pertumbuhan online saya lakukan sambil membangun brand," ungkapnya.

Beberapa fasilitas di toko Manzone juga telah diubah menjadi hibrid dengan mengawinkan teknologi digital dan metode konvensional. Pengalaman berbelanja langsung di toko pun tetap menjadi keunikan tersendiri selain mengisi produk di market place seperti Tokopedia Shoppee, Blibli maupun Zalora.

"Kami memberikan pengalaman digital di toko kami. Jadi sebelum mencoba konsumen bisa melakukan mix and match pakaian secara digital, kalau sudah cocok dia ambil dan bawa ke fitting room dan itu menjadi keunikan kami," pungkas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id