Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. MI/Panca S.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. MI/Panca S.

Menteri Basuki: Tarif Tol Trans Jawa Sudah Turun Banyak

Ekonomi jalan tol trans sumatera transjawa
Husen Miftahudin • 11 Februari 2019 20:18
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut tarif tol Trans Jawa sudah mengalami penurunan. Penurunan tarif terjadi setelah dilakukan penyederhanaan golongan.
 
"Golongan II dan III itu (tarifnya) sudah satu setengah kali (golongan I). Itu turunnya sudah banyak," ujar basuki di kantor Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.
 
Kendaraan yang melintasi tol Trans Jawa terbagi dalam lima golongan. Pembagian itu untuk mempermudah penerapan tarif kendaraan yang melintas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Golongan I merupakan kendaraan berjenis sedan, jip, pick up atau truk kecil, dan bus. Sementara Golongan II hingga V merupakan kendaraan bergandar yang memiliki jumlah sumbu sesuai golongan.
 
Sebelumnya, golongan II hingga V dikenakan tarif hingga tiga kali dari golongan I. Namun saat ini, Basuki mengklaim tarif untuk golongan II-V sudah satu setengah kali dari tarif golongan I.
 
Meski demikian, Basuki akan kembali mendiskusikan permasalahan tarif tol Trans Jawa dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Saat ini, operator jalan Tol Trans Jawa terdiri dari Jasa Marga, Waskita Karya, Astra, dan Sumber Mitra Jaya.
 
"Saya sedang coba untuk (menyelesaikan masalah tarif tol Trans Jawa) ini, kan banyak sekali BUJT-nya. Harus saya kumpulkan dulu, kita diskusikan," tutur dia.
 
Sementara itu, menurut Basuki, persoalan tol Trans Jawa bukan hanya terjadi pada masalah tarif. Harga-harga makanan juga menjadi persoalan karena mengerek ongkos operasional truk logistik.
 
"Misalnya kalau di Pantura mereka bisa ke warung dengan harga (makanan) yang Rp10 ribu. Tapi kalau yang di rest area jauh lebih mahal. Itu juga harus kita perhatikan," tukas dia.
 
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara sebelumnya menilai pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Jawa tidak memberikan efek positif bagi ekonomi rakyat. Pasalnya, tarif tol tersebut terlampau mahal.
 
Suhendra mengatakan mahalnya tarif tol dirasakan para pengusaha logistik. Sehingga, angkutan truk pembawa logistik kini telah berpindah kembali menggunakan jalan non-tol.
 
Suhendra menyebut tarif tol di Indonesia termahal di Asia Tenggara. Dia merinci rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500 per kilometer (km). Sedangkan di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778 per km, Malaysia Rp492 per km, Thailand dalam kisaran Rp440 per km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200 per km, dan Filipina Rp1.050 per km.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif