LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan 25 Poin
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menaikan bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah. Medcom/Ilham Wibowo.
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menaikan bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebanyak 25 basis poin (bps). Penetapan dan evaluasi ini dilakukan melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS pada Senin, 29 Oktober 2018.

"Simpanan dalam rupiah di Bank Umum dan BPR masing-masing mengalami kenaikan 25 basis poin  sementara untuk valuta asing pada bank umum tidak mengalami perubahan," ujar Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti di kantor LPS, Equity Tower SCBD, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Ia merinci bunga penjaminan simpanan di bank umum dalam rupiah saat ini menjadi 6,75 persen dan simpanan dalam valas tetap di angka 2,00 persen. Sementara prubahan level poin terjadi pada nilai bunga penjaminan simpanan rupiah di BPR yang kini menjadi 9,25 persen.

"Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan terebut untuk periode 31 Oktober 2018 sampai dengan 12 Januari 2019," paparnya.

LPS memonitoring dan evaluasi terkait kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan dengan empertimbangkan kenaikan suku bunga simpanan di perbankan masih terus berlangsung di tengah dinamika pasar keuangan yang juga cukup tinggi.

Upaya penyesuaian dilakukan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dari hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi serta stabilitas sistem keuangan.

"Sesuai kebutuhan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin," bebernya.

Destry menambahkan bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan. Hal itu sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan.

"LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," tandasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id