Tol Trans-Jawa Disebut Revolusi Bertransportasi
Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Trans-Jawa ruas Ngawi-Kertosono di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)
Jakarta: Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soegeng Purnomo menyebut tol Trans-Jawa sebagai revolusi bertransportasi. Jika selama ini perlintasan kendaraan hanya melalui rute jalan nasional atau jalur alternatif, kehadiran tol menjadikan kualitas perjalanan lebih baik.

"Ibaratnya menyelesaikan yang tersisa dan merealisasikan yang lama direncanakan. Saya melihat ada revolusi baru. Dulu Daendels itu menekankan pada pertahanan, Daendels zaman now (membangun tol) sampai 1.100 kilometer," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Editorial Media Indonesia, Jumat, 30 November 2018.

Soegeng menilai merealisasikan tol Trans-Jawa butuh tekad dan komitmen yang konsisten. Pembangunan tol yang akan menghubungkan Merak-Banyuwangi tidak hanya mewujudkan harapan akan kemudahan perjalanan namun juga merealisasikan mimpi yang lama terpendam.

Menurut dia ketika pemerintah pusat telah melaksanakan tugasnya, giliran pemerintah daerah yang meneruskan. Hal ini berkaitan dengan integrasi dari aspek fisik. Misalnya, integrasi jaringan jalan baik jalan nasional, jalan provinsi, maupun daerah.

"Kaitan dengan (pemerintah) daerah tentunya pengembangan wilayah. Harapannya pembangunan semakin merata karena memang didorong untuk tumbuh khususnya jalur yang dilalui," kata dia.

Soegeng menambahkan dengan adanya tol Trans-Jawa tentu diikuti juga dengan perubahan lanskap besar secara tata ruang. Pemerintah daerah diharapkan melihat kembali dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memastikan integrasi berjalan optimal.

Seperti bagaimana setelah ada tol pada tahap pertama jangka pendek harus ada pembangunan yang diwujudkan di daerah yang dilintasi tol. Mengingat akan ada pintu masuk dan pintu keluar sehingga integrasi yang dilakukan bukan hanya dari sektor industri namun juga sektor pertanian sampai dengan sektor pariwisata. 

"Karena sepanjang jalur Merak-Banyuwangi akan banyak sekali situs pariwisata dan bisnis pariwisata itu langsung bersinggungan dengan masyarakat ekonomi paling bawah. Paling tidak orang datang akan beli berbagai macam kebutuhan di lokasi atau hanya cinderamata," ungkapnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id