medcom.id, Jakarta: Produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau pada 2014 diperkirakan tumbuh sebesar 183 persen menjadi 150 ribu unit. Mobil murah diklaim tidak akan memboroskan konsumsi bahan bakar minyak karena populasinya hanya 10 persen dari mobil nasional.
"Justru yang terbanyak mengonsumsi BBM saat ini ialah mobil di luar itu," ucap Menteri Perindustrian MS Hidayat sesaat setelah menggelar konferensi pers di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2014). Dengan asumsi pemakaian BBM 8 liter/hari, penghematan dalam setahun dengan menggunakan mobil murah akan mencapai sebesar 175,2 juta liter.
Itu yang membuat Menperin terus berupaya mencari investor dalam memproduksi mobil murah. Pada tahun ini, produk mobil murah telah dapat diekspor ke Pakistan dan Filipina dengan volume sekitar 1.000 unit/bulan. "Kebutuhan mobil murah akan tetap ada, baik dalam negeri maupun yang diimpor," ujarnya.
Hingga saat ini, sudah ada lima agen pemegang merek yang terlibat dalam program produksi mobil murah, yaitu Daihatsu dan Toyota (PT Astra Daihatsu Motor), Honda (PT Honda Prospect Motor), Suzuki (PT Suzuki Indonesia Motor), dan Datsun (PT Nissan Motor Indonesia). Nilai investasi mereka mencapai US$6,5 miliar yang terdiri dari US$3,5 miliar pada industri perakitan dan US$3 miliar pada industri komponen atau pendukung.
Selain itu, dalam mendukung produksi mobil murah juga telah tumbuh pabrik komponen baru dan perluasan sebanyak lebih dari 100 pabrik yang memproduksi komponen pendukung, seperti motor penggerak (engine), transmisi, axle, clutch system, body and chasis, steering system, brake system, dan suspension. "Hal ini selain mendapatkan tambahan investasi juga dapat menyerap tenaga kerja baru dengan total sekitar 30 ribu orang," imbuhnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan