Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno. Foto MTVN/Eko Nordiansyah.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno. Foto MTVN/Eko Nordiansyah.

Multifinance Bisa Rebut Dana Segar Amnesti Pajak dari MTN

Ekonomi multifinance
Angga Bratadharma • 29 September 2016 19:39
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai industri perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki peluang untuk mendapatkan dana segar dari program amnesti pajak, yang sekarang ini tengah digencar-gencarkan oleh pemerintah. Dalam hal ini, multifinance bisa bersama-sama menerbitkan Medium Term Note (MTN).
 
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan, industri perusahaan pembiayaan bisa bersama-sama menerbitkan MTN untuk mencari dana segar untuk memperkuat struktur pendanaan guna menguatkan ekspansi bisnis di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan potensi dana segar dalam jumlah besar yang akan masuk ke Tanah Air.
 
"Dalam hal ini, perusahaan pembiayaan bisa sama-sama untuk kita mengeluarkan MTN lalu Manajer Investasi (MI) membungkus dalam bentuk reksa dana penempatan terbatas. Di situ kita bisa berikan imbal hasil lebih tinggi dari tabungan dan deposito," ungkap Suwandi, ketika ditemui di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (29/9/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya kondisi itu menjadi peluang tersendiri mengingat dana yang harus ditahan di Indonesia dari dana amnesti pajak selama tiga tahun memiliki karakteristik yang sama dengan kebutuhan pendanaan dari perusahaan pembiayaan di Tanah Air. Tentu hal semacam ini perlu dioptimalkan sebaik mungkin agar menjadi pendorong pertumbuhan di masa mendatang.
 
"Kita bergantung dan perlu bekerja sama dan minta ke pialang. Kalau ada yang membeli kita hanya membayar bunga dan kita membayarnya saat jatuh tempo tinga tahun. Ini peluang dan perlu diusulkan secara bersama-sama," tegas Suwandi.
 
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menambahkan, apabila dilihat dari capaian uang tebusan dan deklarasi harta dari kebijakan amnesti pajak maka bisa dikatakan Indonesia mampu memecahkan rekor tertinggi di dunia.
 
"Indonesia dengan jumlah uang tebusan itu atau 0,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini adalah yang tertinggi mendekati Chilli yang 0,62 persen yang juga menerapkan (amnesti pajak) pada tahun lalu," kata Ani, biasa ia disapa, di Jakarta.
 
Sedangkan India yang menerapkan kebijakan serupa di 1997 hanya mendapatkan uang tebusan sekitar 0,58 persen terhadap PDB. Sementara Italia hanya 0,20 persen, Afrika Selatan 0,17 persen, Australia 0,14 persen, Spanyol 0,12 persen, dan Jerman 0,04 persen.
 
"Ini menjelaskan sangat banyak bahwa rasio pajak yang rendah merupakan kombinasi kemampuan kita mendapatkan informasi dan kepatuhan wajib pajak. Ini adalah pelajaran berharga bagi pemerintah dengann informasi ini. Kita harapkan tradisi kepatuhan akan dimulai," pungkas Ani.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif