Panen di NTT, Menteri BUMN Ingin Swasembada Garam

Annisa ayu artanti 14 Agustus 2018 13:37 WIB
garam
Panen di NTT, Menteri BUMN Ingin Swasembada Garam
Lahan garam di Bipolo, Kupang, NTT. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Kupang: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berharap Indonesia dapat swasembada garam setelah panen garam di Bipolo, Kupang, NTT.

Rini menjelaskan jika dibandingkan dengan lahan di Pulau Jawa dan Madura, lahan di NTT sangat luas dan berpotensi dijadikan ladang garam. Saat ini lahan yang digunakan oleh PT Garam (Persero) di Kupang, NTT sekitar 300 hektare (ha) dan menghasilkan 30 ribu ton garam.

"Karena setelah kita lihat hasilnya di sini sebenarnya area di NTT di sebagian pantai sangat bagus, jadi Insyaallah kalau program ini kita bisa kembangkan lebih lanjut, bekerja sama dengan petani garam di sini, kita bisa mencapai semoga swasembada," kata Rini usai melakukan panen dengan petani garam di Kupang, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.


Menteri Rini usai melakukan panen dengan petani garam di Kupang. (FOTO: Medcom.id/Annisa)

Rini menuturkan untuk memacu semangat petani garam perusahaan BUMN lain dalam bentuk sinergi BUMN akan membentuk program inti plasma. Jadi, di dalam program inti plasma petani garam tidak hanya diberi kegiatan bertani garam. Petani juga akan diberikan lahan untuk dikelola berternak ikan.

"Nah ini kalau bisa kita manfaatkan dengan program inti plasma. Sebagian masyarakat di sini belum punya lahan, jadi mereka kalau kita bikin inti plasma mereka bisa dapat lahan juga. Mereka bukan lagi sebagai buruh, tapi bisa punya lahan juga," ujar Rini.

Menurutnya, dengan ternak ikan para petani tidak hanya menggantungkan pendapatan dari hasil panen garam yang hanya sekali dalam sepuluh bulan. Program ini diyakini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat kedepannya.

"Jadi ada kira-kira empat bulan bisa dimanfaatkan para petani untuk membudidayakan ikan. Nah kita lagi kembangkan supaya pendapatan mereka bisa bertambah, mereka budidaya bandeng," pungkas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id