Suasana ketika IWAPI melakukan media visit ke Media Group (Foto: MTVN/Angga Bratadarma. harma).
Suasana ketika IWAPI melakukan media visit ke Media Group (Foto: MTVN/Angga Bratadarma. harma).

Anggota Iwapi Tingkatkan Literasi Digital

Tesa Oktiana Surbakti • 11 Oktober 2016 06:30
medcom.id, Jakarta: Pemanfaatan sistem berbasis digital tidak bisa dielakkan seiring ketatnya persaingan industri domestik maupun global. Keniscayaan ini yang mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk meningkatkan literasi terhadap kemajuan digital.
 
Para pelaku usaha wanita yang terhimpun dalam Iwapi optimistis pengembangan sistem digital mampu memperluas jangkauan pasar yang selama ini dilakukan melalui sistem konvensional.
 
Anggota Iwapi yang 85 persen merupakan golongan skala kecil dan mikro harus melek terhadap perkembangan teknologi digital. Sangat disayangkan bila pemasaran produk UKM lokal yang selama ini tersohor akan keunikan dan kualitasnya, berjalan stagnan.

"Bicara pasar global, mau tidak mau harus memakai sistem online. Dalam artian bukan hanya Indonesia yang bisa melihat, bahkan seluruh dunia. Itu yang kita sepakati bahwa Iwapi harus goes to digital. Mulai dari menggerakkan roda organisasi sampai digital marketing untuk perusahaan masing-masing," papar Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi di sela-sela Rakernas Iwapi ke-26 di Lombok, Senin (10/10/2016).
 
Nita tidak menampik dibutuhkan usaha ekstra agar seluruh anggota Iwapi yang jumlahnya lebih dari 30 ribu pengusaha mampu mengoptimalkan peralatan teknologi yang dimiliki.
 
"Biasanya ibu-ibu ini banyak yang gaptek. Mereka memang punya handphone android lebih dari satu, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal," tukas dia.
 
Menurutnya, saat ini, sudah banyak aplikasi atau situs online yang dapat mengakomodasi pemasaran produk sehingga lebih efisien. Apalagi Indonesia sebagai salah satu negara pengguna internet terbesar, sudah tentu potensi pasarnya tidak bisa dianggap remeh dengan populasi mencapai 250 juta jiwa.
 
"Ini kan ekonomi sedang melambat, kita perlu cari jalan yang terbaik. Dengan pemasaran online jadi lebih efisiensi. Artinya tidak perlu keluar rumah, tidak perlu mengeluarkan biaya promosi. Karena dengan goes digital sudah bisa memasarkan produknya sendiri," papar Nita.
 
Dari struktur organisasi, Iwapi turut memanfaatkan aspek digitalisasi dengan melakukan pendataan ulang seluruh anggota melalui sistem online. Pihaknya berharap strategi digitalisasi dapat meningkatkan skala usaha dari kecil ke mikro, mikro ke menengah dan seterusnya.
 
Sebagaimana diketahui 85 persen anggota Iwapi didominasi pengusaha berskala kecil dan menengah, sedangkan golongan usaha menengah hanya berkisar 13 persen. Adapun usaha berskala besar terbilang minim, yakni dua persen.
 
"Sekarang ini memang 85 persen pengusaha di dalam tubuh Iwapi ini masih kecil dan mikro. Kita harus bantu mereka agar bisa naik kelas," katanya.
 
Eksistensi pengusaha wanita di sektor usaha kecil dan mikro (UKM) tumbuh cukup signifikan. Tercatat dari total 49,9 juta UKM, 60 persen di antaranya digarap kalangan pengusaha wanita.
 
 "Keberadaan UKM tidak bisa dianggap remeh. Dengan mereka (Iwapi) mau fokus goes to digital, ini luar biasa. Artinya mereka sadar kalau tidak goes to digital bisa ketinggalan," tutur Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga dalam kesempatan yang sama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan