Pembebasan Tarif Tol Suramadu Genjot Ekonomi Daerah
Menteri Perhubungan Budi Karya. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Pemerintah secara resmi membebaskan biaya tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Pembebasan tarif itu akan memangkas biaya distribusi barang dari dan menuju Pulau Madura.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan biaya tol Suramadu digratiskan demi kepentingan masyarakat. Secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian daerah Madura melalui investasi dan pariwisata.

"Kenapa digratiskan agar ekonomi Madura, pariwisata dan investasinya tumbuh. Katakan lah tadi turisnya 100 jadi 150, katakan lah investasi dari 10 jadi 20, angka cost yang signifikan ada di sana," ujar Budi saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018.

Sebaliknya, Menhub meyakini pembebasan biaya tol Suramadu tak akan mematikan bisnis kapal penyeberangan. Sebab PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia yang biasa mengangkut penumpang dari Surabaya ke Madura itu bisa mencari peluang lain, seperti di Pelabuhan Selayar dan Danau Toba.

"Pikirkan pengusaha atau masyarakat. ASDP kan bisa di tempat lain. Jadi yang swasta juga gitu, kalau saya pengusaha harus survive dan mencari peluang lain," imbuh dia.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR memotong 50 persen tarif tol yang diresmikan pada Juni 2009 itu. Tarif tol untuk roda dua juga dibebaskan.

Tarif tol yang berlaku di Suramadu antara lain golongan I (sedan, jip, pikap/truk kecil dan bus) Rp15 ribu, golongan II (truk dengan dua gandar) Rp22.500, golongan III (truk tiga gandar) Rp30 ribu, golongan IV (truk empat gandar) Rp37.500, dan golongan V (truk lima gandar atau lebih) Rp45 ribu.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id