Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Digitalisasi Industri Mamin Pacu Kontribusi

Ekonomi industri makanan
Cahya Mulyana • 13 Desember 2018 11:15
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengapresiasi industri makanan minuman yang cepat menerapkan digitaliasi. Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional 6,31 persen dan bisa terus naik kontribusi pada tahun-tahun mendatang.

"Industri minuman mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan, dengan pertumbuhan sebesar 10,19 persen pada periode Januari-September 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,17 persen di periode yang sama," katanya dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Ia mengatakan sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Hal tersebut lantaran didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Peran industri makanan dan minuman dalam perekonomian Indonesia juga sangat signifikan. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73 persen terhadap PDB industri nonmigas atau 6,31 persen terhadap PDB nasional, pada triwulan III-2018. Pertumbuhan ekspor periode Januari-September 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 3,22 persen dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 13 persen. "Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan suatu harapan bagi kita, untuk masa mendatang, industri makanan dan minuman nasional akan terus menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.

Airlangga mengatakan pemerintah menyambut baik inisiatif dan terobosan inovatif yang dilakukan industri ini. Salah satunya yang dilakukan PT Sewu Segar Primatama yang memproduksi cold-pressed juice yang menerapkan teknologi High-Pressure (HPP) pertama di Indonesia dan ASEAN.

Ia berharap penerapan teknologi yang mampu mengawetkan secara alami dan menjaga nutrisi itu dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan menjadi pemain global.

"Dengan beroperasinya fasilitas ini, kami harapkan dapat menghasilkan produk industri minuman yang berkualitas, sehat dengan standar yang mampu bersaing di pasar global," pungkasnya.

Managing Director PT Sewu Segar Primatama Richard Anthony menambahkan teknologi HPP dalam memproduksi cold-pressed juice dengan merek dagang Re.juve, membuhuh bakteri melalui proses tekanan tinggi dengan suhu dingin. Selain menjadikan produk Re.juve tahan lebih lama secara alami, teknologi ini mampu mempertahankan cita rasa, nutrisi, dan tekstur produk, serta menurunkan risiko rekontaminasi.

Misi utama Re.juve sejak berdiri pada 2014 membuat semakin banyak orang hidup lebih bahagia melalui produk yang lezat, sehat, dan jujur. Inilah yang mendorong kami untuk mengadopsi teknologi HPP dan investasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian guna menjadikan sektor makanan dan minuman (mamin) sebagai salah satu fokus pengembangan utama dalam kerangka making Indonesia 4.0," tutupnya.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi