Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.
Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.

BEI Ajak Perusahaan Properti Melantai

Ekonomi properti bei
Annisa ayu artanti • 27 Februari 2020 13:36
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajakan anggota Real Estate Indonesia (REI) Jakarta untuk dapat menggunakan alternatif pendanaan melalui pasar modal Indonesia. BEI mendorong salah satu dari anggota REI Jakarta untuk bisa IPO (initial public offering/IPO).
 
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan banyak keuntungan yang didapatkan perusahaan properti melantai di bursa. Di bursa katanya, persyaratan perusahaan mendapatkan pendanaan tidak serumit di perbankan.
 
"Kalau perbankan kan memang ada biaya bunga yang harus dibayar dan sebagainya. Dan akses pada perbankan tentu dilihat kelayakannya. Tidak semua perusahaan yang bankable atau yang dapat mengakses sumber pendanaan perbankan," kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara pendanaan melalui pasar modal dijelaskan Hasan, berbentuk sharing kepemilikan. Dengan melantainya perusahaan di bursa, kepemilikan perusahaan tidak hanya dipegang oleh owner melainkan ada sebagian saham dimilik oleh publik.
 
Melalui pasar modal pun, lanjutnya, perusahaan akan lebih terbuka mengenai informasi dan menerapkan tata kelola yang baik atau good corporate governance (gcg).
 
"(Di bursa) Investor itu jadi bertumbuh bersama koperasi berbeda dengan kalau pinjaman perbankan di mana tidak ada sharing kepemilikan. Perusahaan menjadi besar atau kecil dia terkena beban biaya bunga yang selama ini tentu fix," ujarnya.
 
Dengan berkunjung ke Bursa hari ini, Hasan berharap anggota REI Jakarta bisa mempertimbangkan alternatif pendanaan selain perbankan. Apalagi, saat ini ia menyebut ada 2,6 juta investor yang siap menjadi investor kepada korporasi-korporasi yang baru melantai.
 
"Jadi sangat terbuka dimana investor kita basisnya sudah sangat banyak ada dua setengah juta, 2,6 juta investor di pasar modal yang siap mendapatkan penawaran untuk penggalangan dana dari korporasi," ucapnya.
 
Di sisi lain, Hasan menambahkan, tahun inu merupakan waktu yang tepat untuk perusahaan properti melantai di bursa. Pasalnya, kebijakan moneter dari Bank Indonesia sudah sangat akomodatif debgan menurunkan suku bunga acuannya menjadi 4,75 persen.
 
"Jadi sebetulnya kondisi kondisi yang sangat kondisif ini tentunya salah satu industri yang secara langsung akan dapat menikmati manfaatnya adalah industri real estate," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif