Pertumbuhan semen SMGR di dalam negeri rendah -- ANTARA FOTO/SAHRUL MANDA TIKUPADANG
Pertumbuhan semen SMGR di dalam negeri rendah -- ANTARA FOTO/SAHRUL MANDA TIKUPADANG

Permintaan Semen SMGR di Dalam Negeri Rendah

Wibowo • 15 Juli 2014 16:46
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan laba bersih sebesar Rp2,78 triliun pada semester pertama tahun ini atau meningkat 8% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,58.
 
Pencapaian itu dikontribusikan kenaikan volume penjualan sekitar 6% menjadi 12,86 juta ton. Sementara, permintaan semen secara nasional hanya tumbuh 4%.
 
"Pertumbuhan permintaan semen dalam negeri semester pertama tahun ini lebih rendah dari target sekitar 6%," ungkap Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto, di Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Di samping pertumbuhan volume penjualan, kata Dwi, Semen Indonesia juga menaikkan harga penjualan 5%. Hal itu disebabkan biaya produksi meningkat 7%. "Selisih 2% masih normal," ujarnya.
 
Adapun, Semen Indonesia menargetkan produksi semen sebanyak 31,8 juta ton pada 2014. Selain itu, perseroan memproyeksikan total produksi mencapai 40 juta ton semen di 2017. "Akan ada tambahan kapasitas enam juta ton, sedangkan pengembangan (upgrading) 2 dua juta ton sehingga totalnya delapan juta ton," tambah Dwi.
 
Ia menambahkan Semen Indonesia belum melaksanakan lindung nilai (hedging) dengan perbankan BUMN. Pasalnya, pinjaman dalam nilai tukar rupiah. "Kecuali untuk proses restrukturisasi di Vietnam," paparnya.
 
Sebelumnya, Semen Indonesia mengakuisisi 70% saham Thang Long Cement dari Geleximco dengan nilai sebesar US$157 juta pada 14 November 2012 lalu.
 
Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan anak perusahaan Semen Indonesia di Vietnam, Thang Long Cement, akan berkontribusi bagi pendapatan perseroan sebesar 15% pada 2016. Hal itu disebabkan kebutuhan semen meningkat. "Demografi Vietnam bisa memenuhi penawaran," katanya.
 
Dwi menambahkan Semen Indonesia menargetkan ekspansi ke Myanmar pada kuartal ketiga tahun ini. Saat ini, perseroan menyelesaikan aspek legalitas.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan