Demikian disampaikan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam press conference Laporan Keuangan BCA Semester I-2015, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (29/7/2015).
"Diharapkan dengan melemahnya perekonomian Indonesia yang berdampak terhadap sektor perbankan, BCA tetap dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif dengan fokus dalam upaya menjaga posisi likuiditas, kualitas kredit, dan permodalan," ungkap Jahja.
Ia menjelaskan, adanya peningkatan biaya sebagai dampak dari ekspansi jaringan dan pelemahan nilai tukar rupiah serta adanya peningkatan biaya tenaga kerja mampu diimbangi dengan terjaganya margin bunga bersih. Akhirnya, BCA dapat mempertahankan profitabilitas dengan baik.
Dalam kesempatan itu, terungkap pula pendapatan operasional BCA, baik pendapatan bunga bersih maupun pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan sebanyak 14,2 persen menjadi Rp22,6 triliun di semester I-2015 atau meningkat dibandingkan di periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,8 triliun.
"Kami memperkirakan program belanja pemerintah akan mendorong secara positif pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang akhirnya mendukung kinerja industri perbankan dalam jangka menengah dan jangka panjang," ujar dia.
Lebih lanjut Jahja mengatakan, BCA siap memperkuat kualitas penyaluran kredit dan membangun sinergi secara baik dengan anak usaha yang dimiliki dalam rangka menyediakan layanan keuangan yang komprehensif, utamanya ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang tengah melambat seperti sekarang ini.
"Kami berharap, kinerja perseroan masih tetap tumbuh untuk ke depannya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News