"Jika melihat tayangan televisi beberapa hari terakhir ini, dampak kekeringan sudah mengerikan," kata Jahja, selepas press conference Laporan Keuangan BCA Semester I-2015, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Dia menjelaskan, ketika suplai pangan berkurang tapi permintaan justru bertambah di tengah jumlah penduduk yang sangat besar maka harga makanan akan mahal. Sehingga, masyarakat bakal kesulitan mendapatkan makanan. Secara tidak langsung, sektor konsumer terpangaruh dan dampaknya memengaruhi laju bisnis perseroan.
Dengan keadaan seperti itu, Jahja meminta kepada pemerintah agar bersegera mempersiapkan berbagai macam ketersediaan infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur ini menjadi penting sebagai penunjang pangan agar lebih agresif. "Ini harus dipersiapkan dan antisipasi secara lebih baik, terkait dampak elnino ini," tutur dia.
Meski ada keadaan seperti itu, Jahja tetap berharap agar pertumbuhan penyaluran kredit BCA bisa terjaga di kisaran 10 persen sampai 12 persen di 2015. Pertumbuhan ini tak dipungkiri mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan kredit di tahun-tahun sebelumnya.
"Pada tahun ini kami tetap patok kredit (bisa tumbuh di level) 12 persen. Itu target kami," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News