Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Sucofindo Gelontorkan Rp43,72 Miliar Tingkatkan Teknologi Baru

Husen Miftahudin • 03 Desember 2015 10:50
medcom.id, Jakarta: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku efektif awal tahun depan membuat pemerintah mempersiapkan diri termasuk perusahaan milik negara yang bergerak di bidang inspeksi, PT Sucofindo (Persero). Sucofindo mempersiapkan diri dengan investasi pada sejumlah teknologi dan layanan terbaru.
 
Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin mengakui, pihaknya menggelontorkan investasi dengan total sebanyak Rp43,72 miliar untuk meningkatkan teknologi baru yang akan digunakan. Diharapkan, investasi ini mampu meningkatkan daya saing Sucofindo dalam meningkatkan layanan bisnis dengan menerapkan sistem dan teknologi terbaru dalam layanan jasa pemastian.
 
Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Sucofindo adalah dengan menambah teknologi baru Unmaned Aerial Vehicle (UAV) dengan investasi Rp3,7 miliar. Teknologi ini dapat digunakan di sektor agrikultur, pertambangan, minyak dan gas, properti, dan kehutanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Investasi tersebut diharap dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi kegiatan survei dan mapping untuk environment management, infrastruktur dan facillity, urban dan regional planning dan land administration," ujar Bachder, dalam Customer Gathering dan Talkshow Kolaborasi Dunia Usaha Menghadapi Tantangan Ekonomi 2016 dan Kerja Sama Perdagangan Bebas ASEAN, di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).
 
Kedua, lanjut Bachder, guna meningkatkan ketahanan energi nasional, Sucofindo menyediakan jasa layanan survey and seismic data acquisition dengan nilai investasi USD2,9 juta atau sekitar Rp40,02 miliar (dengan kurs Rp13.800/USD). Menurut dia, teknologi ini sangat penting dalam mencari sumber baru minyak dan gas (migas).
 
"Dengan ini, Sucofindo memiliki laboratorium mineral processing di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri smelter. Layanan ini akan sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan peningkatan nilai tambah produk pertambangan," papar dia.
 
Tak hanya itu, lanjut Bachder, Sucofindo yang telah melakukan investasi peralatan pengujuan Crude Palm Oil (CPO), akan membantu meningkatkan nilai tambah produk-produk CPO. Dalam rangka melindungi konsumen dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri, Sucofindo telah memperlebar jasa sertifikasi produk baik yang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standar internasional lainnya.
 
"Dengan seluruh investasi yang dilakukan, Sucofindo berharap mampu meningkatkan daya saing Sucofindo di Indonesia maupun tingkat regional, termasuk MEA nantinya," pungkas Bachder.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif