Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana.

Menaker akan Bahas Bonus Demografi dengan Menaker Negara G20

Ekonomi kemenaker bonus demografi
Nia Deviyana • 30 Agustus 2019 19:38
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri akan berdiskusi dengan menaker negara anggota G20 dalam mendorong pembentukan masa depan pekerjaan yang berpusat pada manusia (Shaping a Human-Centered Future of Work). Hanif akan menghadiri pertemuan para Menteri Tenaga Kerja anggota G20 (G20 Labour and Employment Ministers Meeting/G20-LEMM) di Jepang, 1-2 September 2019.
 
Pada kesempatan itu akan dibicarakan terkait program dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi perubahan demografi, khususnya bonus demografi yang dialami Indonesia pada 2030.
 
"Pertemuan para menteri tenaga kerja G20 ini akan membahas solusi atas problematika ketenagakerjaan yang terjadi di negara masing-masing. Sehingga, ada saling berbagi informasi antarnegara dan dapat berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Hanif melalui keterangan resminya, Jumat, 30 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanif menuturkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif (antara 15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia nonproduktif. Ini akan menjadi modal peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, dengan syarat penduduk usia produktif harus menjadi tenaga kerja yang kompetitif dengan skill yang baik.
 
"Bonus demografi ini tidak secara otomatis dinikmati begitu saja, perlu didukung oleh kebijakan yang sesuai seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, pengendalian jumlah penduduk, serta kebijakan ekonomi yang mendukung fleksibilitas dan keterbukaan pasar kerja," paparnya.
 
Penanganan bonus demografi ini, kata Hanif, harus menjadi bagian penting dari pencarian solusi bersama anggota G20. "Itulah pentingnya kerja sama dan pertemuan LEMM nanti," kata dia.
 
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri mengatakan dalam G20 LEMM ini, isu tematik lainnya yang dibahas antara lain employment of older workers and longer working life, new job opportunities in ageing societies for the future of long-term care work, gender equality, dan new forms of work.
 
"Hasil pertemuan para menteri tenaga kerja anggota G20 diharapkan akan dapat diimplementasikan dalam upaya membangun ketenagakerjaan di Indonesia," kata Putri.
 
Sebagaimana diketahui, anggota G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni Eropa.
 
Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Hanif direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Labour and Social Development, Kingdom of Saudi Arabia Dr. Abdullah Abuthnain, Governor of Ehime Tokihiro Nakamura, dan Minister of Family, Labour and Social Services Turki Zehra Zumrut Selcuk.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif