"Mengerti pengelolaan perusahaan negara ke depan," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Adi Prasetyo, melalui keterangan tertulis, Senin, 21 Oktober 2019.
Kandidat Menteri BUMN, lanjut dia, harus memiliki visi BUMN ke depan. BUMN harus menjadi pendorong perekonomian nasional dan pengungkit kesejahteraan rakyat.
"Sebaiknya Kementerian BUMN dipegang oleh sosok yang punya pemikiran reformis agar BUMN dapat diarahkan lebih profesional," kata dia.
Sebelumnya, beberapa nama bermunculan menjelang pengumuman susunan Kabinet Kerja jilid II. Salah satu nama yang beredar untuk mengisi posisi Menteri BUMN ini adalah Mantan Ketua Tim Kampanye (TKN) sekaligus pengusaha muda RI, Erick Thohir.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhamad Faisal, khawatir jika Erick jadi Menteri BUMN. Karena, menurutnya, akan rentan konflik kepentingan pribadi. Terutama antara bisnis pribadinya dengan perusahaan pelat merah.
"Karena akan sangat berisiko bagi tata kelola BUMN yang berpegang pada good corporate governance," kata Pras.
Sebelumnya, Erick mengaku belum menerima tawaran untuk jadi menteri dari Jokowi. "Siapa pun yang terpilih, ya saya berharap orang-orang yang berkeringat kemarin," kata mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.
Erick mengatakan calon menteri harus memiliki rekam jejak dan kapabilitas menyelesaikan masalah. Apalagi, tantangan lima tahun ke depan tak mudah, khususnya di bidang ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News