Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Setelah Utang Lunas, GMF Bakal Gandeng Lagi AirAsia

Ekonomi airasia gmf aeroasia
Suci Sedya Utami • 26 Juni 2019 07:56
Jakarta: PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk akan mengajak kembali maskapai penerbangan AirAsia untuk menjadi klien atau konsumen bisnis perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and operating supplies (MRO). Namun AirAsia mesti melunasi utang terlebih dahulu.
 
Direktur Keuangan GMF Edward Okky Avianto mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan berbiaya murah itu. Dia bilang AirAsia masih memiliki sisa utang yang mesti dibayarkan hingga akhir tahun ini.
 
"Bisa dibilang sedikit lagi komitmen mereka, delapan persen lagi akhir bulan ini selesai. Setelah clear up semua, mereka akan diundang lagi, tender lagi," kata Okky dalam temu media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, untuk mengompensasi pendapatan yang diperkirakan terdampak karena mundurnya AirAsia sebagai konsumen, Okky mengaku bisa diisi dari pendapatan dari pelayanan GMF pada mesin konsumen lainnya baik yang existing atau baru.
 
"Sriwijaya, Citilink ada, Lion juga, ada Cebu Pacific Air juga ada, Jeju Air, kita dapat gantinya dari situ," tutur dia.
 
Satu mesin bisa menghasilkan sebesar USD5 juta hingga USD6 juta. GMF pun tidak akan menurunkan target pendapatan tahun ini. Di 2019 GMF menargetkan pendapatan di atas USD500 juta.
 
Sebelumnya CEO AirAsia Indonesia (IAA) Dendy Kurniawan menyatakan pihaknya telah menggunakan jasa MRO perusahaan lain di luar negeri.
 
Pengalihan jasa ini disinyalir karena adanya surat GMF ke IAA terkait tagihan utang. GMF meminta dan memerintahkan IAA untuk segera melakukan pelunasan atas seluruh kewajiban pembayaran IAA selambat-lambatnya tujuh hari setelah tanggal surat itu. Adapun, total kewajiban yang harus dilunaskan per 8 April 2019 tercatat sekitar Rp43,9 miliar, yang mencakup Rp43,3 miliar (current) dan Rp560,3 juta (overdue).
 
GMF, dalam surat itu, juga menekankan bahwa apabila dalam jangka waktu yang ditetapkan, IAA tidak memenuhi kewajiban itu, GMF akan melakukan segala tindakan yang diperlukan, termasuk tindakan hukum.
 
Dendy pun membenarkan adanya surat GMF ke maskapai yang sebagian sahamnya dimiliki taipan Tony Fernandes itu.
 
“Kami punya kewajiban karena memang kami menyerahkan maintenance kami ke mereka. Akan tetapi, kami sudah melakukan pembayaran. Memang masih tersisa sedikit, tetapi itu (belum dibayarkan) karena invoice-nya belum kami terima," ujar dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif