Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Bulog Tidak Perlu Ikut Impor Bawang Putih

Ekonomi kementerian perdagangan Impor Bawang Putih
Andhika Prasetyo • 10 Juni 2019 08:20
Jakarta: Harga bawang putih sudah mulai mengalami penurunan pada masa akhir libur Lebaran. Sempat melonjak saat beberapa hari sebelum Idulfitri, kini harga komoditas hortikultura itu kembali mereda.
 
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan kenaikan singkat itu terjadi karena beberapa pedagang sudah pergi ke kampung halaman sehingga pasokan sedikit berkurang. Namun, saat ini kondisi sudah kembali normal.
 
Berdasarkan pantauan di Pasar Kebayoran Lama dan Palmerah, Jakarta, harga bawang putih berada di level Rp40 ribu per kilogram (kg). Bahkan, di toko-toko ritel modern, bawang putih dijual tidak lebih dari Rp32 ribu per kg.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat situasi yang semakin baik, para petani bawang putih di berbagai daerah pun meminta pemerintah mulai mengerem impor.
 
Perwakilan Kelompok Tani Jaya Mandiri di Temanggung, Jawa Tengah, Sutanto berharap, di tahun-tahun mendatang, pemerintah bisa lebih banyak memberikan dorongan dan fasilitas kepada para petani lokal untuk bisa menanam dan meraup untuk dari komoditas bawang putih.
 
Ia pun mengapresiasi kebijakan yang mewajibkan importir untuk menanam lima persen bawang putih dari total rekomendasi yang diberikan. Pasalnya, dengan adanya aturan itu, para pengusaha akhirnya bermitra dengan petani dan membantu proses penanaman.
 
Maka dari itu, ia berharap kebijakan tersebut dapat terus dilanjutkan. Jangan sampai ada importir bawang putih yang dilepaskan dari tanggung jawab tanam lima persen karena itu akan merugikan petani sebagai produsen lokal.
 
Lain dari itu, ia juga meminta pemerintah dapat menjaga harga, tidak hanya ketika melonjak tetapi juga saat merosot.
 
"Harapan kami sederhana. Pemerintah harus bisa menjaga harga komoditas ini Jangan sampai harga bagus saat masa belum panen, tapi begitu panen raya harga anjlok. Kalau itu bisa dilakukan, tanpa dipaksa, petani pasti akan menanam sendiri dengan senang hati," ujar Sutanto kepada Media Indonesia.
 
Sebelumnya, pemerintah pada awal tahun ini memberikan penugasan impor bawang putih kepada Perum Bulog tanpa perlu melakukan tanam. Namun, karena harga sudah berangsur turun, penugasan hingga kini tidak dilaksanakan.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sempat menyatakan bahwa penugasan impor bawang putih kepada perseroan hanya berlaku dalam kondisi darurat.
 
Artinya, Bulog baru akan diberikan rekomendasi dan izin jika memang stok di dalam negeri sudah sangat tipis dan importir-importir swasta tidak kunjung memasukkan bawang putih dari luar negeri.
 
Namun, sampai saat ini, hal itu masih berjalan dengan baik. Yang membingungkan, Komisi IV DPR RI malah memberikan dukungan kepada Bulog untuk melamsanakan impor tanpa mengindahkan aturan wajib tanam lima persen.
 
"Penugasan itu sebenarnya bertentengan dengan Permentan No 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Bukannya menjaga koridor dan payung hukum berlaku, DPR malah mendukung pelanggaran," ucap Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif