Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Sektor IKM Harus Beradaptasi di Industri 4.0

Ekonomi industri kecil menengah kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 12 Desember 2019 09:48
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri kecil dan menengah (IKM) harus mampu beradaptasi di revolusi industri 4.0. Pemanfaatan teknologi modern tersebut bisa mendukung produktivitas sektor industri secara lebih efisien sehingga dapat mendongkrak daya saing.
 
"Dengan hadirnya teknologi industri 4.0, kami melihat, bisa membantu untuk menekan berbagai biaya dari sebuah proses produksi. Bahkan, di era tersebut, tidak perlu dikhawatirkan tentang dampak ketersediaan lapangan kerja," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Semarak Festival IKMA 2019 di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Menperin Agus meyakini penerapan industri 4.0 bisa menimbulkan peluang terhadap pembukaan lapangan kerja baru. Contohnya, perusahaan rintisan atau startup yang kian marak bermunculan di dalam negeri, sebagian ada yang menyerap cukup banyak tenaga kerja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gojek misalnya. Jadi, industri 4.0 juga membuka peluang-peluang bisnis baru," ungkapnya.
 
Pengembangan pelaku IKM pun jadi fokus perhatian pemerintah karena sektor tersebut dinilai mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional. "Dalam sejarahnya, ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi, IKM merupakan salah satu sektor usaha yang bisa bertahan," terangnya.
 
Apalagi, hingga 15 tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Hal ini menjadi momentum untuk menumbuhkan jumlah wirausaha muda, termasuk pelaku IKM.
 
"Pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0. Peta jalan ini tidak hanya diimplementasikan untuk industri skala besar saja, tetapi juga untuk sektor IKM," imbuhnya.
 
Menurut Agus, peran startup sebagai kaum muda milenial sangat penting dalam membawa Indonesia lebih cepat menuju revolusi industri 4.0. Inovasi para startup ini diharapkan akan memberikan solusi bagi industri dan masyarakat dalam mengadopsi teknologi, sehingga menjadi lebih efisien dalam hal biaya, energi, dan waktu.
 
Untuk itulah, program kompetisi "Startup4Industry" yang digagas oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), menjadi sebuah jembatan inovasi karya anak bangsa terhadap kebutuhan industri saat ini.
 
"Pelaksanaan acara Semarak Festival IKMA merupakan salah satu perwujudan Kemenperin untuk turut berperan dalam peningkatan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya pada sektor IKMA," paparnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan Semarak Festival IKMA 2019, menjadi bagian tugas dan fungsi Kemenperin untuk menumbuhkan dan mengembangkan sektor IKMA. Tujuan lainnya adalah memberikan visualisasi atas kinerja yang sudah dicapai oleh Kemenperin, khususnya terhadap kemajuan IKMA di Indonesia.
 
"Acara ini merupakan persembahan kepada sektor IKMA yang telah bersungguh-sungguh meningkatkan daya saing dengan kompetisi, dukungan fasilitasi dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0,” tutur Gati.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif