Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Kemendag: Ramadan Bukan Alasan Kenaikan Harga Pangan

Ekonomi pangan lebaran
Ilham wibowo • 13 Mei 2019 19:06
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga kebutuhan bahan pangan akan terus diawasi agar masyarakat mendapatkan harga normal. Pengawasan bahkan makin diperketat selama Ramadan dan seluruh hari besar keagamaan.
 
Sekjen Departemen Perdagangan Kemendag Karyanto Suprih mengatakan momentum hari besar keagamaan biasanya dibarengi dengan permintaan terhadap harga bahan pokok yang meningkat 10-20 persen. Stabilitasi harga pun merupakan keniscayaan dengan menjaga stok dan pasokan dari produsen.
 
"Kita ingin memastikan seluruh kebutuhan bahan pokok tersedia. Kami sudah lakukan peninjauan, sepanjang stok cukup enggak ada alasan harga naik," kata Karyanto dalam sebuah diskusi di kantor Kemenkominfo, Jalan Merdeka Barat Nomor 9, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Strategi pengendalian harga dianggap telah berhasil dilakukan pada dua seri Ramadan sebelumnya. Seluruh pejabat Kemendag hingga jajaran staf disebar di berbagai kabupaten kota mengawasi harga bahan pokok di tingkat pengecer.
 
"Kami ingin memastikan stok ada di pasar. Harga naik itu karena kurang supply dan meningkatnya demand," ungkapnya.
 
Masalah distribusi juga menjadi sektor yang sangat penting manakala menghadapi momentum hari besar keagamaan. Karenanya, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dilakukan agar bisa mengatur perencanaan lebih baik terkait larangan keberadaan truk di perjalanan.
 
"Ini yang sedang kami koordinasikan dengan distributor dan pelaku usaha supaya bisa buat jadwal," ujarnya.
 
Saat ini strategi utama pengendalian harga telah berlaku seperti penetapan standar harga eceran tertinggi (HET) untuk setiap komoditas. Pasar ritel modern pun menjadi sektor terdepan pengendalian harga lantaran terikat izin langsung dengan Kemendag.
 
"Karena ini di swasta jadi lebih mudah distribusinya dengan HET yang ada, kalau nakal kita cabut saja izinnya," tegasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif