BCA tak Kerja Sama ke Pengembang Meikarta
Meikarta. MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku tak memiliki kredit untuk pengembang maupun nasabah yang mengambil apartemen Meikarta. Oleh karena itu, perusahaan tidak terpengaruh dengan adanya kasus hukum yang sedang menimpa proyek Meikarta.

"Kita enggak ada kerja sama (dengan developer), makanya kita enggak ada exposure ke situ," kata Direktur BCA Suwignyo Budiman ditemui usai konferensi pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan, BCA lebih banyak menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) kepada nasabahnya sendiri. Dengan begitu, BCA bisa mengantisipasi kredit bermasalah sehingga menyebabkan kredit macet (NPL) perusahaan mengalami kenaikan.

"Dengan itu kita melihat nasabahnya siapa, karena teman-teman di cabang sudah kenal semua itu nasabahnya siapa. Karena kebanyakan mereka adalah nasabah kita (existing) yang kita kasih kreditnya," jelas dia.

Sementara untuk developer, BCA juga selektif memberikan pinjaman untuk mencegah terjadinya masalah. Penyaluran kredit baik KPR maupun KPA diberikan kepada developer terpercaya yang memiliki klasufikasi di BCA.

"ita pilih, kita tidak semua developer kerja sama. Tapi kita ada ratusan developer kerja sama. Dari developer itu kita ada klasifikasinya ada tier 1, tier 2, tier 3. Jadi bukan hanya yang gede tapi yang kita percaya juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya terjerat kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id