LRT Jabodebek. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
LRT Jabodebek. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Adhi Karya Klaim Biaya Pembangunan LRT Lebih Murah

Ekonomi adhi karya
Annisa ayu artanti • 14 Januari 2019 11:52
Jakarta: PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menanggapi kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menuding pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi terlalu mahal. Adhi Karya mengatakan hitungan mengenai biaya pembangunan tersebut sudah melalui kajian yang matang.
 
Direktur Operasi II ADHI Pundjung Setya Brata membeberkan perseroan telah memperhitungkan pembangunan LRT mulai dari belanja modal (capital expenditure/capex), belanja operasi (operational expenditure/opex), pemilihan moda elevated, pemilihan trase, jumlah kereta, hingga teknologi yang digunakan. Ia mengungkapkan dibandingkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) pembangungan LRT justru lebih murah.
 
"Jadi kalau kita bicara per km Rp500 miliar dibandingkan dengan MRT, harga kami cukup kompetitif. Dalam menerima informasi biaya dan capex,kita harus paham dulu scope pekerjaannya apa dan teknologi yang dipakai apa," tutur Pundjung di kantornya, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, biaya Rp500 miliar per km juga meliputi biaya penyediaan stasiun dan pembangunan depo LRT yang luasnya sekitar 12 hektare (ha). Depo ini digunakan untuk menyimpan dan perawatan kereta.
 
"Dan jangan lupa berbeda dengan jalan tol, untuk kereta kita tidak membangun jalan saja. Tapi juga bangun sistem dan juga menyiapkan lokasi workshop. Untuk menyimpan dan maintenance jangka pendek dan menengah. Itu dinamakan depo," kata dia.
 
Sementara dari segi pembiayaan, LRT Jabodebek diakuinya juga lebih murah dibandingkan dengan LRT-LRT yang dibangun di negara lainnya. Untuk LRT Jabodebek biayanya adalah sebesar Rp673 miliar per km sudah termasuk prasarana dan sarananya.
 
Adapun pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km, LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km, LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km, LRT Calgary di Kanada sebesar Rp2,197 miliar per km, dan LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp688 mlliar per km.
 
"Kalau kita compare, atau boleh dicek pembangunan di luar negeri ya. Supaya kita bisa clear ya. Cara kerja kita menarik perhatian dari Malaysia, Kuala Lumpur. Jadi itulah supaya clear," tukas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif