Jackyn Kerap (27). Medcom/Nia.
Jackyn Kerap (27). Medcom/Nia.

Pengusaha Jastip Berharap Dapat Akses Permodalan

Ekonomi Geliat Bisnis Jastip
Nia Deviyana • 28 Februari 2019 20:59
Tangerang: Memiliki modal yang cukup menjadi hal wajib untuk memulai usaha jasa titip (jastip). Hal itu dikatakan Jackyn Kerap (27), ibu rumah tangga yang membuka usaha jasa ini sejak setahun lalu.
 
Perempuan yang disapa Ekin itu ditemui Medcom.id di gelaran bazar buku terbesar se-Asia Tenggara Big Bad Wolf (BBW) 2019 yang berlokasi di ICE BSD Tangerang, Banten. Untuk melayani orang yang menggunakan jasanya pada gelaran ini, dia mengaku telah menyiapkan budget sekitar Rp60 juta.
 
"Karena yang menitip itu kan belum bayar, jadi kita talangi dulu. Kalau sudah dibelikan, nanti uangnya ditransfer sejumlah harga buku dan fee," kata Ekin, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekin berharap ke depan ada dukungan pemerintah pada bisnis jastip, yakni dalam bentuk kemudahan dalam mendapatkan modal.
 
"Bagus sih kalau bisa mudah mendapat pinjaman modal, sehingga barang yang bisa diakomodir akan lebih banyak. Kalau dananya terbatas, mau enggak mau harus menunggu pesanan sebelumnya dibayar dulu," tambah dia.
 
Pada BBW 2019, Ekin yang dibantu tujuh orang karyawan mematok fee untuk jasanya antara Rp5 ribu hingga 20 ribu per buku. Besaran fee tergantung harga buku dan tingkat kesulitan dalam mencarinya. Dia mencontohkan buku seharga Rp30 ribu memiliki fee Rp5 ribu, sementara buku seharga Rp300 ribu fee nya sebesar Rp20 ribu.
 
Pada tahun lalu Ekin mengaku mengantongi untung sebesar kurang lebih Rp14 juta dari 700 pemesan buku. Pada tahun ini, dia menargetkan ada 1.000 pemesan buku.
 
Sebagai informasi, BBW 2019 yang digelar di ICE BSD Tangerang, Banten mulai 1 Maret hingga 11 Maret 2019 menghadirkan 5,5 juta buku. Tak hanya itu, gelaran yang menawarkan diskon mulai dari 60 hingga 80 persen ini buka selama 24 jam non-stop.
 
BBW 2019 juga menghadirkan 'Buku Ajaib Little Hippo'. Buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang merupakan terobosan baru dalam menjadikan cerita dan pembelajaran lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak.
 
Selain itu, BBW 2019 juga akan menghadirkan program 'Red Readerhood'. Program tersebut mengajak para pengunjung yang hadir untuk mendonasikan buku-buku yang mereka beli kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
 
Program Red Readerhood ini akan mendonasikan buku-buku tersebut kepada Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI). Diharapkan buku donasi itu dapat memajukan pendidikan dan semangat baru bagi anak usia dini Indonesia untuk lebih gemar membaca.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif