Pemerintah Turunkan Tarif LRT Palembang jadi Rp7 Ribu
Light Rail Transit (LRT) Palembang. Medcom/Danny.
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menurunkan harga tarif Light Rail Transit (LRT) Palembang dari semula Rp10 ribu menjadi Rp7 ribu untuk satu kali perjalanan. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan LRT.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penurunan tarif lantaran adanya pemberlakuan tiket integrasi antara LRT dengan moda lainnya, seperti Damri dan Transmusi.

"Dari satu tempat ke tempat lain dulu bayar Rp10 ribu. Sekarang kita jadikan Rp7 ribu kalau bolak-balik Rp14 ribu. Supaya minat masyarakat semakin banyak," ujar Budi saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018.

Selain menurunkan tarif, Kemenhub juga memberikan feeder khusus dari Jakabaring ke Universitas Sriwijaya dengan selisih waktu antar kedatangan kereta yang lebih pendek. Hal ini akan memudahkan para penumpang, khususnya mahasiswa dari sejumlah tempat.

"Menambah feeder dari Jakabaring ke Universitas Sriwijaya," imbuh dia.

Selanjutnya, kata Budi jam operasi LRT juga akan ditambah dari pukul 06.00 WIB ke pukul 21.00 WIB. Ketiga hal tersebut diharapkan membuat para pengguna LRT semakin betah dengan moda transportasi massal tersebut.

"Ada tambahan jam karena mahasiswa atau anak sekolah biasanya banyak yang pulang lebih malam. Tentu ini akan lebih murah bisa menjangkau semua," pungkas Budi.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id