"Patennya (mobil pedesaan) yang pegang Kemenperin," kata I Gusti Putu Suryawirawan, usai membuka Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor Seni, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Bali, Kamis 9 Maret 2017.
Saat ini, Kemenperin bekerja sama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) sedang menjaring desain terbaik untuk mobil pedesaan yang dirancang sesuai kebutuhan alat angkut dan kondisi jalan di desa-desa.
Dari 21 tim peserta lomba desain mobil desa, ada lima nominee yang desainnya bakal dipakai sebagai prototipe kendaraan pedesaan. "Kendaraan pedesaan (yang didesain) itu harus bisa diproduksi massal," kata Suryawirawan.
Ia mengatakan sudah ada desain dan prototipe mobil pedesaan generasi pertama yang telah diuji kendara 100 ribu kilometer. Namun, pihaknya masih mencari desain lainnya untuk menjaring kreativitas masyarakat.
Apalagi, pihaknya masih membutuhkan masukan dari masyarakat desa mengenai kendaraan yang mereka butuhkan untuk mengangkut tidak hanya komoditas, tapi juga alat pertanian (alshintan), dan penumpang.
"Bisa saja yang (kendaraan) dibutuhkan suatu desa bukan roda empat, tapi roda tiga atau roda dua yang daya angkutnya bisa satu ton," kata Suryawirawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News