NEWSTICKER
Gedung BKPM. Foto: Setkab.
Gedung BKPM. Foto: Setkab.

Bahlil Persilakan Investor Melobi BKPM

Ekonomi investasi bkpm
Eko Nordiansyah • 20 Februari 2020 14:03
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mempersilakan para pengusaha untuk melobi di tempatnya. Apalagi saat ini seluruh perizinan investasi bisa dilakukan hanya di BKPM tanpa perlu proses di kementerian/lembaga.
 
Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percapatan Kemudahan Berusaha, proses perizinan dari 22 kementerian/lembaga sudah didelegasikan ke BKPM. Alhasil investor tak perlu repot untuk mengurus perizinan berusahanya karena bisa dilakukan di BKPM.
 
"Jadi teman-teman pengusaha kalau melobi ya lobi di BKPM sekarang. Tapi hati-hati di BKPM ada jaksa, ada polisi, ada KPK. Urusan administrasi saya tanggung jawab, urusan korupsi tanggung jawab masing-masing saya enggak ikut," kata dia dalam Rakornas Investasi 2020 di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, Bahlil mengungkapkan belum semua kepala daerah melaksanakan perintah sesuai Inpres tersebut. Padahal bukan hanya presiden, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga telah membuat surat edaran supaya para gubernur, bupati, maupun walikota bisa melaksanakan Inpres Nomor 7 Tahun 2019 tersebut.
 
"Kami sampaikan secara terhormat mohon maaf Presiden, belum semua bupati melakukan ini. Jadi masih ada satu gubernur yang belum. Kemarin saya sengaja bilang bahwa mohon maaf, jangan sampai ada bupati yang merasa seperti presiden. Ini bahaya juga karena Presiden Indonesia hanya satu, namanya Joko Widodo," tegas dia.
 
Meski begitu, Bahlil berjanji akan berupaya mencapai target peringkat kemudahan berusaha (EoDB) seperti keinginan Presiden di peringkat 40. Namun mantan Ketua Umum HIPMI ini mengatakan penurunan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia baru bisa dicapai dalam tiga tahun mendatang.
 
"Saya katakan kepada teman-teman bahwa tahun keempat prestasi kita turun kami siap untuk dievaluasi Bapak Presiden sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Karena sudah saatnya juga pemimpin ini jangan hanya mempertahankan sesuatu kalau tidak ada prestasi. Kita harus tahu diri juga," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif