Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Pengamat: Penutupan Rute ke Tiongkok tak Merugikan

Ekonomi bisnis maskapai penerbangan Virus Korona
Antara • 05 Februari 2020 12:13
Kupang: Pengamat Ekonomi James Adam menilai penutupan sementara rute penerbangan dari Indonesia ke Tiongkok dan sebaliknya tidak akan membuat Indonesia merugi.
 
"Indonesia dalam jangka pendek tidak rugi, sebab penerbangan ke negara lain masih terbuka," kata James Adam kepada Antara, di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan dari Duta besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian yang mengaku keberatan dengan penutupan sementara rute penerbangan tersebut, mengingat selama ini Tiongkok banyak memberikan keuntungan bagi Indonesia khususnya untuk kunjungan wisatawan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konsultan International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk program pemberdayaan ekonomi itu menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia itu merupakan pernyataan politis belaka.
 
James menilai bahwa penutupan rute penerbangan sementara dari dan menuju Tiongkok, serta pelarangan wisatawan Tiongkok masuk ke Indonesia hanyalah karena kondisional.
 
"Sehingga hal ini tidak akan membuat negara kita merugi. Sebab biasanya paket wisata yang sudah terjual bisa dijadwal ulang oleh karena peristiwa tak terduga," ujar dia.
 
Ia pun mengakui jumlah wisatawan Tiongkok yang masuk ke Indonesia cukup tinggi, termasuk pengusaha atau investor dan barang atau produk Tiongkok. Namun hal ini tidak berarti Indonesia akan mengalami kerugian.
 
Kebijakan impor pasti berubah untuk sementara dan yang jelas pemerintah Indonesia pasti sudah punya opsi sementara berkaitan dengan soal penundaan impor produk Tiongkok.
 
Lagi pula penutupan penerbangan ini hanya bersifat sementara dan tidak berdampak dalam jangka panjang.
 
Ia bahkan mengatakan bahwa salah satu target pasar Tiongkok adalah Indonesia, karena itu adanya soal virus korona bukan saja dapat merugikan negara Indonesia tetapi Tiongkok juga akan mengalami kerugian jika pemerintahnya tidak segera mencari solusi soal memberantas virus tersebut.
 
"Setelah soal virus ini selesai, pasti penerbangan akan dibuka kembali. Saya kira saat ini bukan saja negara Indonesia yang menutup penerbangan ke Tiongkok, termasuk mengimpor barang jadi Tiongkok yang sementara ini ditunda. Negara lain juga demikian, seperti sejumlah negara di Asia dan Pasifik, termasuk beberapa negara di Eropa," ujar dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif