Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto

Plastik hingga Soda Bakal Jadi Objek Cukai Baru

Ekonomi cukai kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 11 Februari 2020 18:00
Jakarta: Pemerintah berencana menambah objek baru seperti plastik hingga soda untuk dikenakan cukai. Ketentuan objek kena cukai baru ini ditetapkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perpajakan yang saat ini draft-nya sudah masuk ke DPR.
 
"Jadi usulan yang disampaikan, kita berharap izin prinsip itu sudah diberikan di omnibus law," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, di Kantor Pusat DJP, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Dirinya menambahkan, pengenaan cukai untuk beberapa objek baru bertujuan untuk mengendalikan barang tertentu secara dinamis dan fleksibel. Jika nanti omnibus law bisa disepakati bersama dengan DPR, maka pemerintah akan segera menyusun peraturan pemerintahnya (PP).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita berharap bahwa izin itu diberikan secara prinsip melalui omnibus law. Siapa yang memberikan izin? tentunya adalah DPR atas usulan pemerintah, sehingga tujuan pengendalian dan pembatasan dari barang-barang yang jadi objek cukai baru itu bisa langsung diimplementasikan berdasarkan PP," jelas dia.
 
Sementara itu, penambahan objek kena cukai bakal menyebabkan perubahan pada penerimaan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun demikian, tarif yang bakal dikenakan untuk objek cukai baru akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
 
"Jika ada objek baru, maka akan diposting penerimaannya di UU APBN. Kan ada dua ini, (UU) omnibus law dan APBN. Di APBN pasti kan ada unsur pembahasan mengenai target penerimaan, dan di dalamnya pasti ada kalkulasi itu," ungkapnya.
 
Saat ini barang kena cukai terdiri dari produk hasil tembakau, etil alkohol atau etanol, dan minuman mengandung etil alkohol. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif