Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Dugaan Kartel Tiket Pesawat Ditelusuri

Ekonomi kppu kartel
Ilham wibowo • 21 Januari 2019 19:04
Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan telah mulai meneliti laporan ihwal kenaikan tarif tiket pesawat terbang. Tahap ini merupakan awal dalam mengungkap dugaan kartel atau permainan harga oleh pelaku usaha.
 
"Informasi yang sudah berkembang terkait hal tersebut telah masuk pada penelitian KPPU. Rapat komisioner telah dilakukan dan memutuskan untuk masuk pada penelitian," ujar Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih di kantornya, Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.
 
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat yang merasa terbebani dengan kenaikan tarif penerbangan. Pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dimintai keterangan verifikasi secara detail.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penelitian ini bukan karena perusahaan yang disebutkan bermasalah. Kami akan lihat tidak hanya soal maskapai, termasuk juga dengan pemerintah kami lakukan dengan meminta penjelasan," paparnya.
 
Menurut Guntur, tahap penelitian ini mengacu pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Kesepakatan yang dilakukan pelaku usaha menjadi fokus utama ihwal mengungkap pelanggaran yang terjadi.
 
"Pasal 5 dikatakan para pelaku usaha dilarang menetapkan harga. Indikasi informasi inu akan kita teliti lebih lanjut, apakah ini dari pemerintah tindakan ini karena ada perbedaan perlakuan atau memang sudah masuk memenuhi pada unsur kartel sesuai UU," paparnya.
 
Guntur mengaku belum bisa menjanjikan kapan hasil penelitian kenaikan tarif tiket pesawat ini rampung. Hasil penelitian yang akurat, kata dia, terlebih dahulu perlu dilakukan sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni penyelidikan.
 
"Kita lihat perkembangan, setelah tim peneliti melaksanakan tugas akan melapor ke komisioner. Kami akan lihat cukup bukti atau tidak untuk dilanjutkan, atau dilakukan perpanjangan waktu," ungkapnya.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif