Illustrasi (Medcom/Budi Warsito)
Illustrasi (Medcom/Budi Warsito)

Bea Cukai Klaim Manifest Generasi III Mampu Pangkas Dwelling Time

Ekonomi dwelling time bea cukai
Desi Angriani • 07 Januari 2019 14:59
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengklaim program Manifest Generasi III mampu mempercepat implementasi arus barang masuk dan keluar Indonesia. Percepatan tersebut khususnya terjadi pada penurunan pre-clearance dwelling time atau waktu bongkar muat barang di  pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan Manifest Generasi III memberikan dampak positif dan menciptakan berbagai kemudahan. Di antaranya penurunan pre-clearance sebesar 0,81 hari atau 19,69 persen di Tanjung Priok serta penurunan customes clearance secara nasional menjadi 0,6 hari di 2018. 

"Manifest Generasi III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi sejalan dengan agenda program Reformasi Kepabeanan dan Cukai dalam rangka membangun smart customs and excise system untuk menciptakan proses bisnis yang mudah, murah, cepat, transparan, efektif dan efIsien," ujar Heru dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 7 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Heru menuturkan proses perincian pos manifest yang selama ini mencapai 11.500 proses per bulan juga berkurang sebesar 2 hingga delapan jam atau sebesar 20-80 persen. Tidak hanya itu, implementasi Manifest Generasi Ill juga mengurangi proses redress manifest, mengurangi biaya, dan beban administrasi.  "Pada awal masa pemberlakuan sistem seIf-correction redress manifest pada sistem Manifest Generasi Ill, proses redress berkurang sebesar 22.75 persen dari yang selama ini rata-rata mencapai 550 permohonan per bulan," ungkapnya.

Heru menambahkan penerapan Manifest Generasi III telah dilakukan secara bertahap yang dimulai pada 28 Desember 2017 di Kantor Pabean Jakarta. Sampai dengan Agustus 2018, sistem ini telah diterapkan secara bertahap pada 12 Kantor Pabean utama di seluruh Indonesia yang meliputi enam pelabuhan dan tujuh bandara utama yang mewakili lebih dari 80 persen volume impor dan ekspor nasionaI. 

"Pada 26 September 2018, sistem Manifest Generasi Ill diberlakukan di seluruh pelabuhan dan bandara internasional yang diawasi oleh 104 Kantor Pabean di seluruh Indonesia," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan program tersebut disambut baik oleh kalangan pengusaha. Sebab proses masuk dan keluarnya arus barang berjalan lebih efektif dan efesien, koreksi data dapat dilakukan secara online, dan mempercepat penyampaian Pemberitahuan lmpor Barang. 

"Sesuatu yang baik bisa dijalankan dan eksekusi di lapangan. Siap bantu untuk masukannya. Asean conectivity suatu kabar gembira," imbuh Shinta.




 


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi