Bukan untuk Asing Semata, Kelonggaran DNI Genjot Investasi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ada salah persepsi terkait dikeluarkannya 54 bidang usaha dari daftar negatif investasi (DNI) yang merupakan salah satu dari kebijakan relaksasi DNI 2018.

Sebagai informasi, sebelumnya ada anggapan bahwa 54 bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI terbuka sepenuhnya bagi investor asing. Namun, pemerintah menyatakan bahwa yang terbuka sepenuhnya bagi investasi asing hanya lah 25 bidang usaha.

"Ini ada salah persepsi bahwa mencabut DNI artinya menjadi asing. Itu tidak tepat karena industri ini sebetulnya sudah berdasarkan penanaman modal ada yang investor asing dan Indonesia," kata Airlangga, di Jakarta, Selasa, 20 November 2018.

Ia menjelaskan bahwa relaksasi DNI 2018 merupakan evaluasi atas relaksasi yang sebelumnya pernah dilakukan pada 2016. Bidang usaha yang masuk dalam DNI tersebut ternyata tidak diminati lagi oleh para investor. "Pemerintah harus membuat langkah-langkah agar investasi bisa jalan," katanya.

Adapun sejumlah revisi DNI yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain memperjelas mekanisme kemitraan dam mempermudah perizinan berusaha dengan tidak lagi izin dari BKPM bagi UMKM.

"Itu kan investasinya di bawah Rp10 miliar. Itu tetap dibatasi tidak untuk penanaman modal asing (PMA). Karena PMA kan batasan modalnya di atas Rp10 miliar," pungkas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id