Swasembada Kentang Industri Ditargetkan Tercapai di 2020
Gedung Kementerian Pertanian (Foto: Setkab)
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggalakkan peningkatan produksi kentang, terutama untuk kebutuhan bahan baku industri agar dapat mewujudkan swasembada pada 2020. Diharapkan swasembada tersebut nantinya bisa berkontribusi terhadap aktivitas perekonomian Indonesia.

"Kita sudah swasembada kentang granula untuk konsumsi sejak 2018, sedangkan kentang atlantik untuk kebutuhan bahan baku industri, swasembada target paling lambat 2020," kata Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Suwandi optimistis target tersebut dapat tercapai. Kementan pun telah menggelar rapat dengan para pelaku usaha untuk berkoordinasi memacu pencapaian swasembada. Kentang untuk bahan baku industri dibutuhkan jenis khusus yaitu atlantik yang selama ini pasokannya masih mengandalkan impor.

Dengan berkembangnya teknologi perbenihan dan pemuliaan benih kentang, tambahnya, telah ditemukan berbagai varietas seperti varietas Median, Bliss, Omabeli sebagai substitusi jenis kentang atlantik sehingga nantinya tidak lagi mengandalkan impor.

"Benih kentang lokal ini punya keunggulan bisa diproses secara tertentu sehingga hasil produknya akan bermanfaat bagi kesehatan, berdampak langsung bagi stamina tubuh," kata dia.

Suwandi menyebutkan swasembada kentang industri sebelumnya ditargetkan pada 2019. Akan tetapi, setelah mencermati kesiapan industri, kemampuan produksi, umur panen tiga bulan, dan proses panen menjadi benih 3-4 bulan, paling lambat swasembada bisa terjadi di 2020.

"Sejak 2018 tidak ada impor kentang konsumsi, sudah swasembada. Bahkan saat ini kami juga mendorong ekspor kentang segar. Januari-September 2018 sudah ekspor 2.781 ton," pungkas Suwandi.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id