Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Bulog Sumbar Ditargetkan Serap Beras 10.500 Ton

Ekonomi beras stok beras bulog
03 Januari 2019 13:26
Padang: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Barat ditargetkan mampu menyerap beras lokal 10.500 ton pada 2019 atau naik sebanyak 500 ton dibandingkan dengan di 2018 yang sebesar 10 ribu ton.
 
"Kami optimistis tercapai karena serapan beras lokal pada 2018 mencapai 10.900 ton atau melebihi target," kata Kepala Bulog Sumbar Suharto Djabar, seperti dikutip dari Antara, di Padang, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Penyerapan terhadap beras lokal itu langsung dimulai sejak Januari 2019 karena masa panen di Sumbar terjadi hampir sepanjang tahun lantaran masa tanam yang tidak serentak. Namun masa panen yang relatif agak banyak kemungkinan sekitar Februari atau Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suharto menyebut serapan beras paling banyak berasal dari daerah Pesisir Selatan karena harga yang cukup bersaing sehingga sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sementara beras di daerah lain relatif mahal, terutama untuk daerah Solok yang terkenal sebagai penghasil beras premium di Sumbar.
 
Hingga saat ini serapan beras lokal tertinggi di daerah itu terjadi pada 2018 dengan realisasi 109 persen. Sebelumnya pada 2017 serapan beras Bulog Sumbar hanya sekitar 8.000 ton. Beras lokal yang diserap tersebut menjadi bagian dari stok beras Bulog Divre Sumbar yang sewaktu-waktu bisa disalurkan ke masyarakat untuk menjaga stabilitas harga.
 
"Selain beras lokal, stok beras juga berasal dari beras nasional serta beras impor dari Vietnam dan Thailand," tuturnya.
 
Suharto menyebut pada operasi pasar awal 2019, stok beras lokal dan nasional itu ikut disalurkan bersama beras impor dengan persentase 50:50. "Beras kualitas medium dilepas dengan harga Rp8.600 per kilogram dan premium Rp9.600 per kilogram," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi