Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: dok Kemenperin)

Insentif Fiskal Menggairahkan Iklim Usaha

Ekonomi insentif fiskal kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 24 Desember 2018 10:17
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut investasi perlu dipacu untuk memperluas lapangan usaha. Peningkatan ekspor dari industri manufaktur pun bakal turut terdorong.

"Supaya bisa menggenjot kapasitas industri, dibutuhkan tambahan investasi untuk perluasan usaha," kata Airlangga di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.

Hingga Desember 2018, investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp226,18 triliun. Selain menumbuhkan populasi industri, investasi dapat memperdalam struktur industri di dalam negeri, sehingga berperan sebagai substitusi impor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Populasi industri besar dan sedang bertambah sebesar 6.000 unit usaha. Industri kecil mengalami penambahan jumlah industri yang mendapatkan izin sebanyak 10 ribu unit usaha," paparnya. Dari capaian tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding 2015 di angka 15,54 juta orang.

Airlangga memastikan pemerintah terus merancang kebijakan pemberian insentif fiskal yang lebih menarik. Sektor ini masih menjadi konsentrasi pemerintah dapat menggairahkan iklim usaha.

"Misalnya untuk industri otomotif, kami mengusulkan harmonisasi tarif dan revisi besaran PPnBM," ungkapnya.

Upaya strategis itu pun dilakukan  guna mendongkrak produktivitas kendaraan sedan sesuai permintaan pasar ekspor saat ini. Pasalnya, produksi industri otomotif di Indonesia masih didominasi jenis SUV dan MPV.

Pasar potensial ekspor sedan dsri Tanah Air saat ini yakni ke Australia yang peluangnya mencapai 1,3 juta unit. Sementara jumlah pengapalan untuk kendaraan roda empat produksi Indonesia ke mancanegara saat ini sebesar 200 ribu unit per tahun.

Pada Januari-Oktober 2018, industri otomotif di Indonesia mengekspor kendaraan roda dua dengan total nilai sebesar USD1,3 miliar. Sedangkan untuk kendaraan roda empat telah mengekspor dengan nilai USD4,7 miliar.

Keberhasilan industri otomotif yang berhasil melakukan ekspor ini buah kehadiran investasi. Kegiatan industri bisa bergerak mulus hingga menghasilkan produk yang berdaya saing.

"Kemarin sudah ada ekspor dari Toyota, Suzuki, dan Yamaha Motor. Semua itu kan investasi dulu baru ekspor. Karena kapasitasnya rata-rata sudah optimal," ucapnya.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi