Menperin Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di PT KMK Global Sports. (FOTO: dok Kemenperin)
Menperin Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di PT KMK Global Sports. (FOTO: dok Kemenperin)

Menperin Bidik Ekspor Alas Kaki Nasional USD6,5 Miliar

Ekonomi industri alas kaki
Ilham wibowo • 15 Maret 2019 16:27
Jakarta: Industri alas kaki dinilai menjadi sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Nilai ekspor dicanangkan untuk terus tumbuh.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan sektor andalan ini tercermin dari pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang mencapai 9,42 persen pada 2018 atau naik signifikan dibandingkan 2017 sekitar 2,22 persen. Capaian itu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.
 
"Kemudian, ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan hingga 4,13 persen, dari 2017 sebesar USD4,91 miliar menjadi USD5,11 miliar di 2018," kata Airlangga melalui keterangan tertulis pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat, 15 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menperin menjelaskan industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor. Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0.
 
"Agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik. PT KMK menjadi salah satu model yang menerapkan future of production," tegasnya.
 
Airlangga optimistis akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD6,5 miliar pada 2019. Pertumbuhan diproyeksikan menjadi USD10 miliar dalam empat tahun ke depan.
 
"Apalagi, Indonesia sudah tanda tangan CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita," imbuhnya.
 
Airlangga menegaskan pemerintah terus berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya. Sehingga upaya tersebut dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.
 
"Pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan, antara lain kemudahan akses terhadap bahan baku, peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, serta implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyongsong revolusi industri 4.0," paparnya.
 
Kegiatan penelitian dan pengembangan untuk inovasi serta terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi juga bakal diberikan. Pemerintah akan memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal berupa super deductible tax.
 
CEO PT KMK Global Sports, CK Song menyampaikan hingga saat ini perusahaan tersebut telah menyerap tenaga kerja 15.655 orang. Perusahaan yang memiliki 30 lini produksi ini mampu menghasilkan hingga 1,2 juta pasang sepatu olahraga merek Nike dan 300 ribu pasang sepatu Converse setiap bulannya.
 
Seluruh produk diekspor ke berbagai negara. Produksinya terus meningkat, pada 2017 mencapai 18,7 juta pasang yang setara dengan USD234,3 juta.
 
"Selama lebih dari 25 tahun melalui 11 perusahaan yang antara lain berlokasi di wilayah Serang, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, dan Salatiga, kami berkomitmen untuk terus melakukan investasi di Indonesia," tuturnya.
 
Menurut Song, PT KMK Global Sports serta seluruh investasi Pou Chen Group di Indonesia telah turut andil meningkatkan kinerja industri alas kaki di dalam negeri. Adapun jumlah produksi telah dilakukan sebanyak 120 juta pasang sepatu per tahun atau 11,08 persen dari total produksi sepatu nasional.
 
"Secara total, kami mempekerjakan sebanyak 150 ribu orang atau 18,3 persen dari total tenaga kerja di industri alas kaki serta berkontribusi terhadap ekspor dengan nilai USD1,35 miliar atau 26,42 persen dari ekspor alas kaki nasional," ucapnya.
 
Sementara itu, Presiden Direktur Nike Indonesia Joe Warren menyatakan pihaknya ingin terus memacu kapasitas perusahaan alas kaki di Indonesia yang memproduksi sepatu Nike. Hal ini dilakukan guna memenuhi pasar ekspor yang terus meningkat.
 
"Kami mengapresiasi beberapa perusahaan yang sudah sangat maju dan inovatif seperti KMK, yang tercermin pada proses produksi mesin dan manajemen kepemimpinannya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama, seperti dengan Australia, dan kami berharap bisa dikembangkan dengan Uni Eropa," ungkapnya.
 
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko meyakini industri alas kaki di Indonesia akan semakin tumbuh dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan penerapan industri 4.0.
 
"Industri sepatu sangat cocok dikembangkan di Indonesia dan akan terus menjadi sektor andalan masa depan. Kami melihat ekspor akan meningkat tahun ini seiring adanya investasi tambahan yang masuk ke Indonesia," kata Eddy.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif