People Operations Business Partner GFG ID–Kudo Kartika Akbaria (Foto: Kubik)
People Operations Business Partner GFG ID–Kudo Kartika Akbaria (Foto: Kubik)

Mendongkrak Kualitas SDM di Era Revolusi Industri 4.0

14 Desember 2018 08:16
Jakarta: Revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan robotisasi dan digitalisasi telah memunculkan penemuan baru seperti mobil tanpa pengemudi, robot pintar, artificial intellegent, dan lain sebagainya.
 
Kondisi ini memberikan efek di berbagai lini dan membawa pengaruh sangat besar termasuk di dunia korporasi.
 
Country HR Director General Electric Indonesia Rudi Afandy mengatakan teknologi berubah secara eksponensial, namun sayangnya organisasi masih tumbuh secara logaritma. Dalam konteks ini, Human Resources (HR) sebagai penanggung jawab Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu organiasi perlu jeli.

"Akibatnya terjadi selisih di organisasi, di mana 50 persen berada di level senior manager yang rata-rata adalah gen X, dan 17 persen selisih muncul di level junior manager," ungkap Rudi Afandy, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.
 
People Operations Business Partner GFG ID-Kudo Kartika Akbaria menambahkan melihat kebutuhan dan perkembangan yang ada, perusahaan perlu mengubah pendekatan dalam membangun hubungan dengan karyawan yang mereka miliki. Bahkan, perlu ada penekanan bahwa HR bukan lagi sekadar personalia, pengembangan, pendukung, atau bahkan partner semata.
 
"HR saat ini diharapkan bisa menjadi business player yang menentukan pertumbuhan dan arah bisnis. Sebagai HR, peran yang kami jalankan saat ini lebih banyak berdiskusi dan memastikan para pemimpin bisnis terlibat dalam agenda HR, di mana 30 persen melakukan pengembangan tim dan 20 persen melakukan proses HR improvement," kata Kartika.
 
Direktur Kubik Leadership Jamil Azzaini pun mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan karyawan semata, tetapi juga menyiapkan pemimpin yang hebat, tangguh, dan bisa membawa organisasi melewati berbagai tantangan yang muncul.
 
"Pemimpin yang mampu menggerakkan energi, aksi, dan konsisten menciptakan perubahan sekaligus memenangkannya," kata Jamil.
 
Syarat utama untuk itu, lanjutnya, adalah munculnya kepercayaan dan rasa saling menghormati tim kepadanya. Karena itu, diperlukan essential leadership. "Dengan perpaduan dua hal yakni memiliki pemimpin yang hebat, dan karyawan yang sesuai dengan perubahan niscaya sebuah perusahaan atau organisasi tidak lagi gagap menyambut era revolusi industri 4.0," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan