Kepala Divisi Mass Banking BRI Ani Hidayat mengatakan, BritAma Valas Renacana melayani 10 mata uang asing yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Hongkong (HKD), dolar Singapura (SGD), dolar Australia (AUD), dirham Uni Emirat Arab (AED), yen Jepang (JPY), riyal Arab Saudi (SAR), poundsterling (GBP), yuan Tiongkok (CNY), dan euro (EUR).
"Fitur BritAma Valas Rencana saat ini masih terbatas pada mata uang USD. Akan tetapi BRI tidak menutup kemungkinan membuat BritAma Valas Rencana dengan mata uang lainnya di masa mendatang guna memberikan produk dan layanan untuk menyediakan layanan prima bagi nasabah," kata Ani, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam 10 April 2017.
Dirinya menambahkan, BritAma Valas Rencana memiliki beragam keuntungan khususnya bagi nasabah yang membutuhkan mata uang USD. Selain memberikan suku bunga lebih tinggi dibanding produk tabungan valas lain, produk ini juga memiliki fleksibilitas penetapan jangka panjang.
"Selain itu ada setoran bulanan yang tetap dengan tanggal auto debet yang dapat disesuaikan dengan keinginan nasabah. Fitur BritAma Valas juga bisa diakses dalam aplikasi mobile banking milik BRI. Dalam aplikasi tersebut nasabah juga bisa melakukan transfer dana Untuk transfer juga bukan hanya dalam satu mata uang, jadi bisa juga dari dolar AS ke yen Jepang," jelas dia.
Dirinya meyakini jika BritAma Valas Rencana sangat cocok bagi masyarakat kekinian yang sangat gemar berwisata ke luar negeri. Fitur itu juga cocok bagi nasabah yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri. Apalagi saat ini tren ke luar negeri semakin tinggi sehingga menjadi alasan perseroan untuk keluarkan produk ini.
Sementara itu, BRI menargetkan fitur BritAma Valas Rencana bisa meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valas. Setidaknya untuk tahun ini Bank BRI menargetkan penghimpunan DPK valas sebesar Rp1,56 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 14 ribu nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News