"Pertama, harus mampu mewujudkan ketahanan pangan. Dalam arti mampu mencukupi pangan dari produk dalam negeri," ujar Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan (BPPSDMP) Momon Rusmono di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Yogyakarta, Rabu (20/4/2016).
Kemudian yang kedua, harus mampu mengatur kebijakan pangan, dimana ditentukan dan diatur oleh BPPSDMP Kementan. "Ada beberapa sasaran kedaulatan pangan, yang pertama yaitu peningkatan ketersediaan pangan, upaya khusus padi jagug kedelai (Pajale), upaya khusus daging, serta upaya khusus tujuh komoditas. Bahkan, sekarang tambah empat lagi untuk perkebunan, sehingga ada 11 komoditas," papar Momon.
Untuk yang ketiga, lanjut Momon, yaitu pendidikan. Saat ini, sudah ada enam STPP yang tersebar, seperti di Yogyakarta, Magelang (STPP Peternakan), Bogor, Manokwari, Ciawi, dan Lawang.
"Peserta didik tidak hanya PNS. STPP seluruh Indonesia menerima non aparatur, aparatur, dan penyuluh swadaya," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News