Andy Pangestu (berkemeja putih) dan Shintaro (Foto:Dok.BCA)
Andy Pangestu (berkemeja putih) dan Shintaro (Foto:Dok.BCA)

Dari Bankir, Andy Pangestu Banting Setir Jualan Kue Keju Jepang (Bagian 2)

M Studio • 25 Mei 2016 00:00
medcom.id, Jakarta: Soal pengetahuan dasar mengelola toko, Andy Pangestu belajar dari ayah Shintaro dan menyesuaikannya dengan kondisi di Indonesia. Pelajaran ini mulai dari produksi stok, manajemen pemasok, manajemen karyawan hingga cara memotivasi karyawan.
 
Dapur yang memproduksi fromage terletak di kawasan Pondok Indah dengan total karyawan kurang lebih mencapai 40 orang, baik di bagian produksi maupun pemasaran. Andy juga mengatakan, jumlah karyawan selalu bertambah setiap pekannya.
 
Di dapur ini, Andy memproduksi kurang lebih 5 ribu fromage yang disebut-sebut mampu bertahan selama 2 hingga 2,5 bulan bila disimpan dalam kondisi beku. Selain fromage, DORÉ  by LeTAO juga memproduksi biskuit dan kue sponge yang lebih dikenal sebagai financier.

Untuk biskuit, dalam sebulan kapasitas produksi bisa mencapai 450 boks untuk tiga rasa. Dalam menjalankan bisnis ini, Andy memilih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai mitra dalam menjalankan bisnisnya.
 
Andy mengaku, paling sering menggunakan fasilitas kartu kredit korporasi, KKB, Klik BCA Bisnis, Internet Banking, EDC hingga payroll karyawan dari BCA.
 
"Layanannya bagus dan saya sangat puas," ucap Andy.
 

Strategi Masuk Pasar Lokal
 
Meski memposisikan diri sebagai toko oleh-oleh, DORÉ  byLeTAO bisa dibilang merupakan pemain baru di Indonesia. Apalagi, bila bicara kue keju, sudah banyak produsen atau merek lain yang lebih dahulu bermain.
 
Andy menggunakan medium internet dan toko fisik untuk memasarkan produknya. Hingga kini, sebanyak 30 persen pesanan berasal dari pesanan secara daring (online), dan sisanya 70 persen berasal dari toko fisik.
 
Untuk layanan kirim, saat ini Andy punya satu mobil dan lima motor yang siap mengantarkan pesanan ke tangan konsumen. Mengingat budaya minum teh sambil menikmati kue banyak dilakukan para ibu muda, Andy pun membidik pasar ibu muda. Selain itu, Andy juga akan memanfaatkan momen khusus untuk masuk ke pasar.
 
“Misalnya, ada edisi untuk Valentine, Lebaran, Natal dan lainnya. Selain itu, kami juga terus melakukan inovasi dengan membuat varian baru selain mengikuti varian yang  muncul sesuai empat musim dari prinsipal," kata Andy menjelaskan.
 
Tak hanya ibu muda, Andy juga kini berencana membidik perusahaan. Melalui strategi Business-to-Business (B2B), Andy menawarkan bingkisan dari DORÉ  byLeTAO untuk Natal maupun Lebaran dengan kemasan premium khas leTAO dan bisa dibuat sesuai pesanan.
 
"Ke depan, bila bisnis terus mengalami kemajuan seperti saat ini, saya ingin membuka pabrik sendiri," tutur pria berusia 35 tahun itu.
 
Sumber: smart-money.co
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan