Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa target tersebut lebih tinggi dari capaian industri pengolahan sebelumnya yang hanya mampu tumbuh sekitar empat persen.
"Kita harapkan tahun depan seiring dengan peningkatan investasi di mana investasi sebagian besar akan lari ke manufaktur. Maka (target) industri pengolahan lebih tinggi jadi 5,4 persen," ujar Bambang, dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2014 di kantor Ditjen Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2016).
Bambang juga berharap agar peningkatan target pertumbuhan tersebut mampu mendorong populasi industri manufaktur. Untuk industri besar-sedang sebanyak 20 ribu usaha, sementara industri kecil ditarget tumbuh menjadi sembilan ribu usaha.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengakui jika pertumbuhan industri masih mengalami pelambatan. Pada semester I-2016, pertumbuhan industri hanya 4,7 persen.
Namun kata dia, dari sisi neraca ekspor-impor terjadi surplus yang cukup tajam, juga pada sektor investasi. Pada semester I-2016, sektor investasi industri dari dalam negeri tumbuh menjadi Rp50,7 triliun.
"Investasi asing sebesar USD8 miliar atau Rp105 triliun di mana investasi asing ini naik hampir 49 persen," paparnya.
Kondisi demikian membuat dirinya optimis terhadap target pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam RAPBN 2017.
"Tren yang cukup bagus ini membuat kita confidence (capai target pertumbuhan industri tahun depan)," pungkas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News